RADAR PALU – Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Abraham Pandjaitan, memberikan apresiasi kepada Babinsa 1311-09 Bahodopi yang telah berhasil membuat inovasi penyulingan sampah plastik menjadi Solar B-40.
Dandim 1311 Morowali bekesempatan meninjau lokasi penyulingan sampah di Desa Siumbatu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Kamis (07/05/2026).
Menurut Dandim, inovasi yang dilakukan Babinsa bersama warga merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan di daerah.
Baca Juga: 12 Wartawan UKW Morowali Utara 2026 Dinyatakan Kompeten
Ini langkah yang sangat positif karena tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, inovasi tersebut juga merupakan tindak lanjut Dandim 1311 Morowali bersama Danramil 1311-09 Bahodopi, Kapten Inf Amiruddin dan Babinsa dalam mendukung gagasan “Tabelu” atau bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan yang digagas Pangdam XXIII Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar saat kunjungan ke Morowali.
Ia menambahkan, dan berharap, inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menciptakan solusi kreatif terhadap permasalahan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Bupati Morowali Tekankan Solidaritas Jemaah Haji Selama di Tanah Suci
Di tempat sama, Serda Muh. Saleng menjelaskan bahwa kegiatan inovatif tersebut bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik sekaligus menciptakan bahan bakar alternatif yang ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Pemanfaatan limbah plastik menjadi energi merupakan salah satu solusi efektif dalam mengatasi permasalahan sampah yang semakin meningkat. Melalui proses pengolahan tertentu, limbah plastik dapat diubah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai guna tinggi dan siap digunakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, adapun tujuan dari kegiatan tersebut antara lain mengurangi jumlah limbah plastik di lingkungan masyarakat, menghasilkan energi alternatif berupa Solar B-40.
Baca Juga: Target PAD Morowali Belum Maksimal, Masih Bergantung Tranfer Pusat
Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengolahan sampah plastik, mendukung program ramah lingkungan dan penghematan biaya energi, serta mendorong terciptanya inovasi energi berkelanjutan.
Proses pengolahan limbah plastik menjadi Solar B-40 dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari pengumpulan dan pemilahan limbah plastik, proses pemanasan dan penyulingan menggunakan alat khusus, penyaringan hasil produksi hingga pengemasan bahan bakar agar siap digunakan sebagai energi alternatif.
"Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi tersebut juga memberikan berbagai manfaat, di antaranya mengurangi jumlah sampah plastik, menciptakan sumber energi alternatif, menghemat biaya operasional masyarakat, serta mendukung program keberlanjutan lingkungan di wilayah Kecamatan Bahodopi,"tutupnya.
Baca Juga: Lagi, Bea Cukai Morowali Amankan Ribuan Rokok Ilegal
Sementara itu, salah satu warga Desa Siumbatu, Sudarmin, mengaku inovasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain membantu mengurangi penumpukan sampah plastik, hasil pengolahan Solar B-40 juga dapat digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Inovasi ini sangat bermanfaat karena sampah plastik yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar,” ungkapnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin