RADARPALU - Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan Sulawesi Tengah bekerjasama dengan UPT Bapelkes menggelar Seminar Kesehatan Mental bertema “Jadilah Generasi Tangguh: Yuk Kenali dan Rawat Kesehatan Mentalmu” di BPMP Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido Sp PK M Kes , itu menjadi bagian dari rangkaian program tahunan Forum Profesi Kesehatan Sulteng yang tahun ini berfokus pada isu kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa.
Ketua Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan Sulteng, Prof. Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes., M.H mengatakan, setiap tahun pihaknya rutin menggelar seminar kesehatan, healthy fun run, dan bakti sosial dengan tema yang berbeda-beda.
Baca Juga: Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi
“Tahun lalu temanya stunting untuk semua event, tahun ini kita angkat tema kesehatan mental,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seminar kesehatan menjadi pembuka rangkaian kegiatan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja dan mahasiswa terkait pentingnya menjaga kesehatan mental.
Menurutnya, tema tersebut dipilih karena adanya peningkatan kasus gangguan kesehatan mental pada remaja berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Pemda dan BPD di Kawasan Timur Indonesia
“Data terbaru menunjukkan bahwa angka gangguan kesehatan mental pada remaja cukup tinggi dengan berbagai faktor penyebab, seperti persoalan akademik dan lainnya. Ini menjadi warning bagi kita semua,” jelasnya.
Prof. Ketut menuturkan, peserta seminar tidak hanya berasal dari organisasi profesi kesehatan yang mengikuti secara daring untuk memperoleh SKP, tetapi juga menghadirkan siswa dan mahasiswa secara langsung agar dapat berinteraksi dengan narasumber.
“Nah jadi intinya kita mengedukasi remaja untuk sadar tentang bahaya gangguan kesehatan mental,” katanya.
Selain seminar, Forum Profesi Kesehatan Sulteng juga akan menggelar healthy fun run pada 21 Juni 2026 mendatang dengan tetap mengusung tema kesehatan mental. Dalam kegiatan tersebut, panitia akan membagikan brosur edukasi dan informasi mengenai cara melakukan skrining dini gangguan kesehatan mental.
“Kemudian nanti kita tutup dengan bakti sosial yang juga bertema kesehatan mental. Rencananya menyasar sekolah-sekolah untuk deteksi dini gangguan kesehatan mental,” ujarnya.
Meski lokasi bakti sosial belum ditentukan, kegiatan dipastikan akan dilaksanakan di Kota Palu.
Baca Juga: Letting Kapolri Brigjen Pol Nasri Sulaeman Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng
Dalam seminar tersebut, Forum Profesi Kesehatan Sulteng menghadirkan tiga narasumber, yakni psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia Naftalia Kusumawardhani, S.Psi., M.Si., yang hadir secara virtual dari Jakarta, pakar kesehatan jiwa dr. Andi Soraya T.U., M.Kes., Sp.KJ, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dr. Syahriar, M.Kes yang memaparkan program layanan kesehatan mental pemerintah daerah.
Prof. Ketut berharap keberadaan Forum Profesi Kesehatan Sulteng dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, khususnya deteksi dini gangguan kesehatan jiwa.
“Mudah-mudahan anak-anak kita sebagai generasi emas 2045 minimal sadar dan mengetahui risiko yang ada dalam dirinya sehingga bisa melakukan pencegahan lebih awal,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, Forum Profesi Kesehatan Sulteng kini telah beranggotakan 23 organisasi profesi kesehatan tingkat provinsi. Selain itu, forum serupa juga mulai terbentuk di daerah, salah satunya di Kabupaten Buol sebagai pengurus cabang di bawah FKPK Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kita berharap semua organisasi profesi di kabupaten dan kota bisa bergabung dalam forum ini agar komunikasi dan kolaborasi di bidang kesehatan semakin kuat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar tersebut. “Seminar ini diharapkan menjadi wadah edukasi, diskusi, serta pertukaran pengetahuan guna memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan mental,” ujarnya.
Ia mengatakan, kesehatan mental saat ini menjadi isu penting yang tidak dapat diabaikan karena berbagai tekanan kehidupan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi, turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.
Menurutnya, menjaga kesehatan mental bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Melalui seminar ini, saya memandang adanya komitmen bersama untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian, serta kemampuan kita dalam menjaga kesehatan mental. Ini bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua,” katanya.
Baca Juga: Pengedar Sabu Diciduk di Lorong Bakso Palu Timur, 16 Paket Diamankan
Wagub juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya saling peduli, saling mendukung, dan membuka ruang dialog yang sehat guna menciptakan lingkungan sosial yang lebih positif.
“Saya juga mengajak kita semua untuk menghapus stigma terhadap gangguan kesehatan mental. Mari kita bangun budaya saling peduli, saling mendukung, dan membuka ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan, masyarakat dengan kondisi mental yang sehat akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Baca Juga: Satresnarkoba Banggai Gagalkan Peredaran Sabu 10,42 Gram di Kota Luwuk
“Dengan mental yang sehat, kita akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup, meningkatkan produktivitas, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tutupnya.(*/acm)
Editor : Mugni Supardi