RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten Sigi terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, saat menghadiri Forum Kemitraan Multipihak (FKMP) bertema “Bincang Iklim dan Ketangguhan Petani” di Rumah Makan Latoratima, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, beberapa hari lalu.
Kegiatan itu turut dihadiri Anggota DPRD Sigi Ilyas Nawawi, Kepala Bapperida Agus Munandar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Moh. Afit Lamakarate, organisasi masyarakat sipil, NGO, komunitas lingkungan, hingga tim teknis terkait.
Baca Juga: Pemkab Sigi Siapkan Keberangkatan 100 Calon Haji, Tekankan Kebersamaan dan Kesehatan
Dalam forum tersebut, Bupati Rizal menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, NGO, komunitas, akademisi, hingga pelaku usaha untuk memperkuat ketahanan petani di tengah ancaman perubahan iklim.
Menurutnya, Kabupaten Sigi memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kakao, kopi, dan cokelat lokal yang dinilai mampu bersaing dengan daerah lain apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah siap berkolaborasi dan membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama. Saya membutuhkan pemikiran dan rekomendasi dari teman-teman NGO serta semua pihak agar kita bisa membangun pertanian Sigi yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Rizal beberapa hari lalu.
Baca Juga: Lomba Bertutur Sigi 2026 Diikuti 29 Peserta, Dorong Literasi dan Pelestarian Budaya Sejak Dini
Ia mengungkapkan, Pemkab Sigi saat ini tengah mendorong pengembangan pertanian berbasis lingkungan dan pertanian organik guna meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus menjaga keberlanjutan alam.
Selain itu, Rizal juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan lingkungan dan daerah penyangga agar tidak menimbulkan kerusakan ekosistem, termasuk ancaman terhadap kawasan danau dan sumber air masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memperoleh dukungan sekitar 1,5 juta bibit kakao dari pemerintah pusat sebagai bagian dari penguatan sektor perkebunan rakyat.
Baca Juga: Pramuka Wajib di Sigi, Bupati: Semua Siswa Harus Ikut Pembinaan Karakter
Menurutnya, pengembangan kakao tidak cukup hanya dengan bantuan bibit, tetapi juga harus dibarengi edukasi dan pendampingan kepada petani mengenai teknik budidaya yang baik, termasuk pola pemangkasan tanaman agar produktivitas meningkat.
“Kakao Sigi punya kualitas yang sangat baik. Tinggal bagaimana kita memperkuat pendampingan petani dan pengelolaan yang benar agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.
Bupati Rizal juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.
Karena itu, ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dan rekomendasi bersama yang dapat diimplementasikan pemerintah daerah bersama seluruh mitra pembangunan.
“Saya membuka ruang seluas-luasnya untuk diskusi dan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama untuk memastikan pertanian menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Sigi ke depan,” tegasnya.
Melalui forum tersebut, Pemkab Sigi berharap lahir berbagai inisiatif kolaboratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin