RADAR PALU - Kabupaten Morowali Utara (Morut) untuk pertama kalinya menggelar event olahraga lari lintas alam bertajuk Tomori Trail Run.
Kegiatan ini menjadi event trail run perdana di daerah tersebut sekaligus momentum pengukuhan kepengurusan baru Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Morut.
Ketua ALTI Morut, Arman Purnama Marunduh, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan olahraga trail run kepada masyarakat sekaligus mempromosikan potensi alam Morut.
"Tomori Trail Run ini merupakan event trail run pertama di Kabupaten Morowali Utara. Sekaligus kami mengukuhkan kepengurusan ALTI yang baru dan memperkenalkan olahraga lari trail kepada masyarakat," ujar Arman kepada Radar Palu di Kolonodale, Jumat (8/5/2026)
Dia menjelaskan, Morut memiliki banyak jalur alami yang dinilai sangat potensial untuk pengembangan olahraga trail run.
Karena itu, ALTI Morut berkomitmen menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan dengan rute yang berbeda setiap tahunnya.
"Kami berharap lari trail ini bisa menjadi event rutin tahunan ALTI ke depan. Tahun depan kami berkomitmen kembali menggelarnya dengan jalur berbeda karena Morowali Utara kaya akan lintasan trail run," katanya.
Event Tomori Trail Run mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Tercatat ratusan pelari ambil bagian dalam kegiatan tersebut, berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah hingga luar daerah seperti Jakarta dan Pulau Jawa.
Koordinator Tomori Trail Run, Sudirman, mengatakan beberapa atlet nasional juga turut ambil bagian dalam event perdana tersebut.
"Peserta berasal dari berbagai kabupaten kota di Sulawesi Tengah bahkan ada dari luar Sulawesi Tengah dan beberapa atlet nasional juga ikut dalam Tomori Trail Run pertama ini," jelasnya.
Dalam perlombaan tersebut, panitia membuka dua kategori lomba, yakni 10 kilometer dan 20 kilometer. Dari total peserta, sebanyak 55 orang merupakan peserta perempuan dan 139 peserta laki-laki.
Tomori Trail Run mengambil titik start dan finish di pelataran Kantor Bupati Morut. Namun berbeda dari fun run pada umumnya, sebagian besar lintasan melewati kawasan hutan dan jalur alam.
Panitia menyiapkan lima water station yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat istirahat dan pengisian cairan peserta, tetapi juga untuk memastikan pelari tetap berada di jalur yang benar serta memantau kondisi kesehatan mereka.
"Lintasan lebih banyak melewati hutan daripada jalan raya. Water station juga menjadi titik pemantauan kesehatan dan memastikan peserta tetap berada di jalur," kata Sudirman.
Untuk keamanan peserta, panitia telah memasang penanda jalur di seluruh lintasan. Selain itu, setiap jarak satu hingga dua kilometer ditempatkan marshal dan petugas yang terus berkoordinasi dengan tim kesehatan.
Panitia juga menyiapkan tali pengaman di sejumlah titik lintasan yang dianggap membutuhkan perhatian khusus.
Dalam pelaksanaan event tersebut, faktor keselamatan menjadi perhatian utama panitia. Tim medis, relawan, dan ambulans mobile disiagakan untuk memberikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Panitia juga mewajibkan seluruh peserta membawa surat keterangan sehat sebelum mengikuti lomba. Pemeriksaan kesehatan ulang turut dilakukan saat pengambilan race pack guna memastikan peserta benar-benar layak mengikuti perlombaan.
“Kami siapkan dokter untuk pemeriksaan ulang agar memastikan peserta layak atau tidak mengikuti event," ujar Sudirman.
Terkait kekhawatiran adanya binatang buas di jalur hutan, panitia memastikan lintasan masih berada dekat dengan permukiman warga dan sejauh ini tidak ditemukan ancaman satwa liar selama proses survei rute dilakukan.
ALTI Morut juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah, Forkopimda, hingga perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.
Arman menyebut jajaran dewan penasihat ALTI Morut terdiri dari unsur pemerintah seperti bupati, kapolres, sekda, serta sejumlah perusahaan tambang seperti PT COR dan PT UKK Trinusa Group.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan tambang diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian alam Morut.
"Kami berharap bersama investasi pertambangan yang masuk di Morowali Utara tetap menjaga alam yang ada karena sangat indah dan kaya untuk lintasan trail run," katanya.
Da juga mengapresiasi dukungan PT Trinusa Group dan PT COR yang menyediakan sebagian jalur hauling perusahaan untuk digunakan sebagai lintasan lomba.
Sementara itu, Humas Trinusa Group, Budiono, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Tomori Trail Run sebagai bagian dari upaya mendorong kegiatan positif masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam Morut kepada publik yang lebih luas.
Dia menilai kegiatan olahraga berbasis alam seperti trail run mampu menghadirkan dampak positif bagi promosi daerah serta meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Trinusa Group juga berharap event tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan berskala besar yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
"Kami selalu mendukung kegiatan positif-positif yang dilaksanakan di wilayah operasional Trinusa Group," tandas Budiono.
Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan hiburan musik, door prize, dan berbagai kejutan untuk peserta yang hadir di Tomori Trail Run.
Sudirman menyebut total hadiah yang diperebutkan mencapai sekitar Rp50 juta. Untuk kategori 20K putra dan putri, juara pertama memperoleh hadiah sekitar Rp5 juta. Sedangkan kategori 10K putra dan putri, juara pertama mendapatkan hadiah sekitar Rp3 juta.
Panitia menyediakan podium juara 1 hingga 5 untuk seluruh kategori lomba baik putra maupun putri.
Dia menambahkan, pendaftaran peserta resmi ditutup lebih awal karena panitia masih fokus mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan lomba.
"Pengambilan race pack direncanakan dilaksanakan Jumat sore pukul 16.00," sebut Sudirman.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin