Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Prihatin Pelecehan Atlet Anak di Bawah Umur, Bunda Wiwik: Melindungi itu Kewajiban

Muchsin Siradjudin • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:55 WIB
 Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah (FOTO: HUMAS FRAKSI PKS DPRD SULTENG/RADAR PALU).
Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah (FOTO: HUMAS FRAKSI PKS DPRD SULTENG/RADAR PALU).

RADAR PALU – Kasus dugaan pelecehan yang dialami seorang remaja putri di bawah umur, menjadi atensi Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng sekaligus unsur pimpinan Komisi IV DPRD Sulteng, Hj WIwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH.

“Sebagai Perempuan, saya kesal, geram sekaligus prihatin. Siapa yang nggak trauma,”kata Bunda Wiwik, Kamis (7 Mei 2026).

Seperti diberitakan, seorang atlet panahan perempuan remaja yang baru berusia 17 tahun, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang donatur sekaligus orang tua atlet lain di sebuah klub panahan. 

Baca Juga: PKSM, DPTW PKS Sulteng Kunjungi Seluruh DPD se-Sulawesi Tengah

“Infonya orang yang diduga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, walaupun kasusnya telah bergulir sejak beberapa bulan lalu,”katanya lagi.

Bunda Wiwik, kembali menegaskan walaupun informasi dari beberapa media mainstream, telah ditetapkan sebagai tersangka, namun Bunda berharap agar polisi tidak main api di balik kasus tersebut.

“Main api dalam artian, kasus ini tolong diseriusi agar tidak menjadi preseden buruk. Saya minta seperti ini, karena saya juga dapat info, kalau pelaku katanya orang kuat tanda kutip ya. Kesannya kasus ini kok molor-molor, sebab kasusnya terjadi pada akhir 2025 tahun lalu,”tegasnya.

Baca Juga: PKS Selalu Berdiri Paling Depan Bersama Buruh, "Happy Mayday" Bukti Nyata Perjuangan

Menurut Bunda Wiwik, bahwa kasus dugaan asusila yang menimpa atlet muda di Palu adalah alarm keras bagi kita semua.

Olahraga seharusnya menjadi ruang tumbuh, ruang aman, dan tempat anak-anak membangun prestasi—bukan ruang yang menyimpan rasa takut.

“Kita tidak boleh menutup mata. Perlindungan terhadap anak dan atlet muda bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab bersama: orang tua, pelatih, pengurus, dan juga pemerintah,”katanya.

Baca Juga: Teguh Komitmen Fraksi PKS DPRD Sulteng Terus Perjuangkan Nasib Kaum Buruh

Bunda Wiwik, menegaskan bahwa kepercayaan adalah fondasi. Sekali dikhianati, dampaknya bukan hanya pada korban, tapi juga pada masa depan generasi.

“Saatnya kita memperkuat sistem. Yakni lingkungan latihan yang aman, pengawasan yang ketat, edukasi keberanian melapor dan yang tidak kalah pentingnya, sanksi tegas tanpa kompromi. Sebab melindungi anak bukan pilihan, tapi itu kewajiban,”tegasnya.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Dugaan pelecehan #Menjadi korban #Telah bergulir #Diharapkan kasusnya selesai