Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lomba Bertutur Sigi 2026 Diikuti 29 Peserta, Dorong Literasi dan Pelestarian Budaya Sejak Dini

Angel Sumbara • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:24 WIB
BERTUTUR: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi menggelar lomba bertutur tingkat SD dan MI se-Kabupaten Sigi, Rabu (6/6/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)
BERTUTUR: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi menggelar lomba bertutur tingkat SD dan MI se-Kabupaten Sigi, Rabu (6/6/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)

RADAR PALU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sigi menggelar lomba bertutur tingkat SD dan MI se-Kabupaten Sigi, Rabu (6/6/2026), sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus melestarikan kearifan lokal sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ampera, Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru itu dihadiri perwakilan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata Sigi, Ketua PKK Sigi, para pegiat literasi, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dispusip Sigi, Imron Noor, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya peningkatan budaya literasi anak sejak dini.

Baca Juga: Pramuka Wajib di Sigi, Bupati: Semua Siswa Harus Ikut Pembinaan Karakter

Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan baik.

“Salah satu cara efektif adalah melalui kegiatan bertutur. Ini mampu melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai budaya melalui cerita rakyat,” ujarnya.

Lomba bertutur tahun ini mengangkat tema “Melalui Bertutur Kita Lestarikan Budaya dan Tingkatkan Literasi Anak”. Tema tersebut dinilai relevan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.

Baca Juga: Pramuka Wajib di Sigi, Bupati: Semua Siswa Harus Ikut Pembinaan Karakter

Adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, serta Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang petunjuk teknis dana alokasi khusus (DAK) nonfisik bidang perpustakaan.

Imron menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kegemaran membaca pada anak, meningkatkan kecintaan terhadap karya budaya bangsa, serta mempopulerkan buku cerita rakyat yang sarat nilai kehidupan.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui kisah-kisah kepahlawanan dan legenda, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi yang gemar membaca,” jelasnya.

Baca Juga: Paskah Nasional V di Sigi Berlangsung Khidmat, Tegaskan Sulteng sebagai Laboratorium Toleransi

Tahun ini, jumlah peserta mencapai 29 orang, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 15 peserta. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme sekolah-sekolah di Kabupaten Sigi terhadap kegiatan literasi.

Dalam lomba ini, panitia memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada juara I, II, dan III, serta juara harapan I, II, dan III. Seluruh peserta juga mendapatkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Dewan juri terdiri dari tiga orang yang berasal dari unsur pendidikan dan praktisi literasi. Sementara itu, kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perpustakaan tahun anggaran 2026 dengan nilai sekitar Rp42 juta.

Baca Juga: Panen Nila Bioflok di Sigi, Strategi Nyata Tekan Stunting dan Perkuat Ketahanan Gizi Masyarakat

Panitia juga menyampaikan harapan agar lomba bertutur dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi program prioritas pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan literasi serta melestarikan budaya lokal.

Sementara itu, Ketua PKK Sigi yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan bertutur bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda.

“Melalui bertutur, anak-anak tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kehidupan dan melestarikan budaya bangsa,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa literasi adalah fondasi penting dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengkomunikasikan gagasan dengan baik,” tegasnya.

Siti Halwiah berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda Sigi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, percaya diri, serta mencintai budaya dan kearifan lokal.

“Anak-anakku, jangan takut tampil. Kemenangan sejati adalah keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus belajar,” pesannya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Siti Halwiah secara resmi membuka lomba bertutur tingkat SD dan MI Kabupaten Sigi Tahun 2026.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui cerita rakyat.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Dinas Perpusatakaan dan kearsipan #Menggelar lomba bertutur #Para pegiat literasi #kabupaten sigi