RADARPALU - Akses vital yang sempat terputus akibat kerusakan jembatan di Kecamatan Rio Pakava akhirnya kembali pulih, setelah warga Desa Minti Makmur dan Desa Bukit Indah bersama PT Lestari Tani Teladan, Koramil, serta Polsek Kecamatan Rio Pakava bergotong royong memperbaiki jembatan penghubung antar desa tersebut.
Kolaborasi ini sebagai upaya memulihkan akses masyarakat yang sangat bergantung pada jembatan sebagai penghubung roda ekonomi.
Tokoh masyarakat, Mustafa, menyampaikan apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam perbaikan tersebut. Ia menilai keterlibatan perusahaan menjadi bukti komitmen terhadap pembangunan fasilitas umum di wilayah itu.
Baca Juga: Maklumat 6 Mei 1950 Diusulkan Jadi Hari Peringatan, Pemkot Palu Siapkan Perda
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Dukungan PT LTT sudah kami rasakan sejak lama dan terus berlanjut hingga saat ini. Kolaborasi ini adalah bentuk sinergi yang sangat baik antara masyarakat dan pelaku usaha di wilayah kami,” ujarnya.
Kerusakan sebelumnya meliputi lantai kayu yang lapuk serta struktur rangka yang mulai rapuh.
Melalui kolaborasi ini, bagian jembatan yang rusak diganti dengan material kayu yang lebih kokoh. Pengadaan material didukung oleh PT Lestari Tani Teladan, sementara tenaga kerja berasal dari gotong royong warga.
Baca Juga: Protes Pembangunan Zona Merah Talise, Pemkot Palu Pilih Dialog dan Jaga Layanan Publik
Perbaikan dilakukan atas inisiatif swadaya masyarakat yang didukung oleh perusahaan serta aparat setempat.
Jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menopang aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas sehari-hari.
Administratur PT Lestari Tani Teladan, Muhammad Tugiran, menyebut ini bukti bahwa perusahaan bukan hanya berorientasi bisnis semata, namun perbaikan jembatan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Perusahaan turut bertanggung jawab untuk memastikan mobilitas warga, terutama anak sekolah dan hasil tani, tidak terhambat, apalagi jembatan ini sebagai salah satu penghubung roda ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Saat ini, jembatan telah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dengan lebih aman.
Perbaikan ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di Kecamatan Rio Pakava.(*)
Editor : Mugni Supardi