Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lapas Perempuan Palu Panen 2.000 Jagung, Ketahanan Pangan Kini Dukung Program MBG

Taswin • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:38 WIB

 

Prosesi pelepasan 1.000 benih ikan Nila di kolam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu.
Prosesi pelepasan 1.000 benih ikan Nila di kolam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu.

 

RADAR PALU - Program ketahanan pangan Lapas Perempuan Kelas III Palu mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui pemanfaatan lahan kosong, lembaga pemasyarakatan ini berhasil melakukan panen perdana jagung sekaligus mengembangkan budidaya ikan untuk mendukung kebutuhan pangan. 

Dalam implementasi ketahanan pangan Lapas Perempuan Palu, sebanyak 2.000 pohon jagung berhasil dipanen. Selain itu, kegiatan ini juga dikombinasikan dengan budidaya ikan nila yang dikelola langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. 

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengatakan program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional, termasuk program makan bergizi gratis (MBG). 

Baca Juga: Jejak Bisnis Anthoni Salim di Filipina: Dari Listrik hingga Jalan Tol Lewat First Pacific

“Hasil panen ini kami manfaatkan penjualannya untuk kembali bergulir pada program ketahanan pangan, sekaligus mendukung pengembangan UMKM di Lapas Perempuan Palu,” ujarnya, Selasa (5/4). 

Ia menambahkan, arah pengembangan program ini ke depan akan difokuskan untuk menopang kebutuhan bahan pangan dalam program MBG. 

“Kita mulai dari dapur sehat, lalu ke depan akan menggandeng pihak ketiga. Jika produksi ikan, jagung, dan tanaman lain mencukupi, bisa menjadi bagian dari suplai bahan pokok MBG,” jelasnya. 

Baca Juga: Kajagung RI Dijadwalkan Kunker ke Sulteng, Tinjau Sejumlah Kejari dan Beri Pengarahan Internal

Dari sisi kualitas, jagung yang dihasilkan dinilai layak konsumsi dengan ukuran besar dan rasa manis. 

“Ini jagung pangan, bukan jagung pakan,” tegas Bagus. 

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana, menjelaskan bahwa program ini memanfaatkan lahan sekitar 1.200 meter persegi yang sebelumnya tidak digunakan. 

“Lahan ini kami manfaatkan untuk kolam ikan serta penanaman jagung dan kacang panjang. Sebelumnya kami sudah menebar 3.000 ekor ikan nila, dan hari ini ditambah 1.000 ekor lagi,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, program ketahanan pangan Lapas Perempuan Palu baru berjalan sejak awal tahun dengan melibatkan 15 warga binaan dalam pengelolaannya. 

“Ini panen pertama kami. Lahan sebelumnya masih tidur, sekarang sudah produktif dan memberi hasil,” jelasnya. 

Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.***

Editor : Muhammad Awaludin
#ikan nila #Ketahanan pangan #Lapas perempuan Palu #Program MBG #Panen jagung