Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Hardiknas 2026 di Palu, Wagub Sulteng Tekankan Deep Learning Ubah Cara Belajar

Muhammad Awaludin • Sabtu, 2 Mei 2026 | 10:24 WIB
Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido pimpin upacara Hardiknas 2026, tekankan deep learning.(Ro. Adpim Sulteng)
Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido pimpin upacara Hardiknas 2026, tekankan deep learning.(Ro. Adpim Sulteng)

 

RADAR PALU - Perubahan cara belajar jadi sorotan utama dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Sulawesi Tengah. 

Bukan lagi sekadar hafalan, tapi pemahaman mendalam atau deep learning. 

Pesan ini ditegaskan langsung Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, saat memimpin upacara Hardiknas di Halaman Pogombo, Palu, Sabtu (2/5/2026). 

Baca Juga: Wabup Buol Sampaikan Amanah Menteri Pendidikan: Tekankan Pembelajaran Mendalam dan Kesejahteraan Guru

Dalam kapasitasnya sebagai perwakilan pemerintah daerah, Reny Lamadjido membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus menegaskan arah kebijakan pendidikan ke depan. 

“Pembelajaran tidak cukup hanya transfer pengetahuan. Harus membangun pemahaman yang kuat dan karakter peserta didik,” tegas Reny Lamadjido. 

Menurutnya, pendekatan deep learning kini menjadi prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 

Baca Juga: 78 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Wagub Sulteng Ajak BAMAG Turun Tangan

Konsep ini mendorong siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi memahami secara utuh, mampu berpikir kritis, dan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. 

Perubahan ini, kata dia, harus dimulai dari ruang kelas. 

Proses belajar mengajar dituntut lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. 

“Ini bukan sekadar metode, tapi perubahan cara pandang dalam pendidikan,” ujar Reny Lamadjido. 

Untuk mendukung itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. 

Di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta percepatan digitalisasi pembelajaran. 

Tak kalah penting, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian utama. 

Baca Juga: Bartholomeus Tandigala: Gereja Memiliki Peran Strategis Membangun Karakter Moral Masyarakat

Guru didorong menjadi fasilitator yang mampu membimbing siswa berpikir, bukan hanya menyampaikan materi. 

Selain itu, lingkungan sekolah juga harus dibenahi. 

Sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mampu menjadi “rumah kedua” bagi para pelajar. 

Pemerintah juga memperkuat program literasi dan numerasi, serta mendorong pengembangan bidang STEM dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). 

Semua kebijakan ini diarahkan untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. 

“Pendidikan bermutu untuk semua adalah fondasi masa depan. Kita harus bergerak bersama,” kata Reny Lamadjido. 

Di sela kegiatan, suasana upacara juga diwarnai momen human interest. 

Seorang pelajar menyerahkan karikatur wajah Reny Lamadjido, yang langsung mendapat apresiasi. 

Tak hanya itu, ia juga menyerahkan piagam penghargaan dan bonus kepada para pemenang lomba dalam rangkaian Hardiknas 2026. 

Upacara berlangsung khidmat, diikuti jajaran perangkat daerah, Forkopimda, kepala SMA/SMK dan SLB, serta ratusan pelajar di Sulawesi Tengah. 

Namun di balik seremoni tersebut, pesan yang disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido jelas: pendidikan harus naik level. 

Bukan lagi soal siapa paling cepat menghafal, tetapi siapa yang paling mampu memahami.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Hardiknas 2026 #deep learning pendidikan #Wakil Gubernur Sulteng #sulawesi tengah #Kebijakan pendidikan