RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, melakukan program upaya percepatan menanam dengan konsep gerakan tanam serempak seluas 50.000 hektare, baru-baru ini di Kabupaten Buol.
Kegiatan penanaman lahan Goraton yang dimulai pada tahun 2020 melalui program corporate social responsibility (CSR), dilaksanakan secara serentak di beberapa lokasi. Pada tahun 2024, kegiatan dilanjutkan pada lahan APL. Untuk Kabupaten Buol, kegiatan dipusatkan di Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu.
Sambutan Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, saat ini sedang diupayakan peningkatan produksi pertanian, khususnya melalui optimalisasi lahan yang sudah ada, serta program cetak sawah baru.
Baca Juga: Gereja Katolik St. Yohanes Don Bosco Buol Diresmikan Uskup Manado
"Jika tidak salah, sekitar 1.700 hektare telah tersedia, dan tambahan cetak sawah baru sekitar 2.700 hektare, sehingga totalnya menjadi cukup signifikan untuk kita kelola bersama, " kata Bupati Buol.
Dengan pengelolaan yang baik, penanaman yang teratur, serta masa panen sekitar 3 hingga 3,5 bulan, saya meyakini daerah kita mampu berkembang menjadi salah satu sumber pangan, khususnya untuk komoditas padi.
Dikatakannya, jika kita melihat peta ketahanan pangan di Sulawesi Tengah, daerah seperti Tolitoli sudah lebih dahulu berkembang, sementara beberapa wilayah lain masih memiliki keterbatasan lahan. Ini menjadi peluang bagi kita untuk mengambil peran strategis.
Baca Juga: Pererat Hubungan Antar-Daerah, Pemkab Gorontalo Utara Terima Audiensi Pemkab Buol
“Oleh karena itu, apabila kita mampu memaksimalkan dukungan dari pemerintah pusat dan kerja sama yang baik di daerah, saya yakin dalam waktu dekat akan terjadi perubahan ekonomi ke arah yang lebih baik, terutama di sektor pertanian, “ ujar Bupati.
Selain itu, Bupati juga telah menyampaikan langsung di Jakarta terkait kebutuhan pembangunan bendungan. Kondisi bendungan primer kita saat ini masih memerlukan perhatian serius.
“Harapan kita, pembangunan ini dapat dibarengi dengan perbaikan jaringan irigasi, baik primer, sekunder, maupun tersier, sehingga pengairan lahan pertanian dapat berjalan optimal, “ tegasnya.
Baca Juga: Wakili Bupati, Kadis P2KB Hadiri Pelantikan Pengurus FKPK Kabupaten Buol Periode 2026-2031
Untuk program cetak sawah baru, saat ini telah tersedia sekitar 70 hektare, meskipun sebagian berada di daerah rawan banjir karena posisinya dekat dengan aliran sungai.
“Kita juga membutuhkan normalisasi sungai serta pembangunan bendungan di wilayah tersebut. Hal ini akan kita sampaikan dan koordinasikan lebih lanjut dengan kementerian terkait, agar mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
“Sejak saya mulai bertugas, banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan pendidikan. Semua ini adalah kebutuhan yang sangat penting, “ ungkapnya.
Baca Juga: KPH Pogogul Kabupaten Buol Ajak Masyarakat Konsisten Menjaga dan Memanfaatkan Hutan
Namun, kita juga harus menyadari bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih terbatas, sehingga belum semua dapat kita realisasikan secara langsung.
Kebijakan efisiensi yang ada bukan berarti kita berhenti berbuat, tetapi justru mengajak kita untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran, serta memprioritaskan program yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung
Pernyataan Kades Pomayagon, Ramli Pesona, pada kesempatan itu, mengatakan dari target provinsi sebesar 3.800 hektare.
"Alhamdulillah kabupaten kita memperoleh 1.000 hektare, bahkan realisasi di lapangan mencapai 1.010,75 hektare. Artinya terdapat kelebihan capaian sekitar 10,75 hektare, " ucapnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin