Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Perjalanan Pulang Usai Pemkes, Maba UNTAD Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan: Warganet Desak Otoritas Kampus Evaluasi Pemkes 

Mugni Supardi • Selasa, 28 April 2026 | 12:58 WIB
Mahasiswa baru asal Kabupaten Poso, Fabian Gilbertos Cesario Samaili, meninggal dunia akibat kecelakaan saat perjalanan pulang usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RS UNTAD, Senin (27/4/2026).(Instagram/@anakuntaddotcom)
Mahasiswa baru asal Kabupaten Poso, Fabian Gilbertos Cesario Samaili, meninggal dunia akibat kecelakaan saat perjalanan pulang usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RS UNTAD, Senin (27/4/2026).(Instagram/@anakuntaddotcom)

RADARPALU – Kabar duka datang dari calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Tadulako (UNTAD) jalur SNBP 2026. Seorang mahasiswa baru asal Kabupaten Poso, Fabian Gilbertos Cesario Samaili, meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.

Diketahui korban saat itu perjalanan pulang usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RS UNTAD, Senin (27/4).

Informasi yang bagikan akun Instagram @infocamaba_ menyebutkan, korban mengalami kecelakaan dalam perjalanan rute Palu–Poso pada sore hari setelah menyelesaikan tahapan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari proses administrasi masuk kampus.

Baca Juga: Diduga Lakukan Pelanggaran Berat, Status Profesor Dua Dosen Untad Terancam Dicabut

Ungkapan duka pun mengalir dari sesama calon mahasiswa baru. Dalam sejumlah percakapan grup yang beredar, rekan-rekan korban mengaku terkejut karena sebelumnya masih berkomunikasi dengan almarhum.

“Innalillahi… dia tadi masih chat dengan kami di grup,” tulis salah satu rekan korban.

Poster duka yang beredar juga menyebutkan bahwa korban meninggal saat perjalanan kembali ke tempat tinggal usai mengikuti pemeriksaan kesehatan. Doa dan harapan agar almarhum mendapat tempat terbaik pun disampaikan oleh banyak pihak.

Di sisi lain, peristiwa ini turut memicu gelombang komentar dari warganet, khususnya terkait kebijakan pemeriksaan kesehatan yang dinilai memberatkan mahasiswa baru, terutama yang berasal dari luar Kota Palu.

Baca Juga: MU di Ambang Kembali ke UCL: Setan Merah Butuh Dua Poin Lagi, Pekan Ini Lawan Liverpool 

Sejumlah netizen mempertanyakan urgensi kewajiban pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan di RS UNTAD.

“Sampai di sana juga yang diperiksa cuma tinggi badan, berat badan, dan riwayat penyakit. Di puskesmas juga bisa, bahkan gratis,” tulis salah satu akun.

Kritik lain menyoroti aspek biaya dan jarak tempuh yang harus dilalui camaba dari daerah.

“Harus diubah sistem pemkes ini. Kasihan yang dari luar kota,” komentar warganet lainnya.

Bahkan, ada pula yang mendesak pihak kampus untuk mengevaluasi kebijakan tersebut agar tidak kembali menimbulkan risiko serupa.

“Untad harus jadikan ini pembelajaran. Kalau tidak, orang luar akan pikir dua kali untuk kuliah di sini,” tulis komentar lain.

Baca Juga: Usai Jenguk Korban di Bekasi, Prabowo Siapkan Rp4 Triliun untuk Perbaikan Lintasan

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Tadulako terkait insiden tersebut maupun evaluasi kebijakan pemeriksaan kesehatan bagi mahasiswa baru. Akun @humasuntad juga belum mengucapkan belasungkawa atas kejadian itu.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam setiap tahapan administrasi pendidikan, khususnya bagi calon mahasiswa yang harus menempuh perjalanan jauh.(*)

Editor : Mugni Supardi
#mahasiswa baru meninggal #kecelakaan Palu Poso #pemkes UNTAD #RS UNTAD #untad