RADAR PALU - Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut) H Djira Kendjo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik.
Hal itu disampaikan Wabup Djira saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (HOD) ke-30 di pelataran Kantor Bupati, Kolonodale, Senin (27/4/2026).
Upacara ini diikuti Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Morut Musda Guntur, pimpinan perangkat daerah, unsur TNI, Kejaksaan, BNN, serta pegawai pemerintahan setempat.
Baca Juga: Devisit Rp285 Miliar, Pemkab Morut Butuh Suntikan Dana Segar PT SMI
Peringatan HOD yang jatuh setiap 25 April tahun ini mengusung tema Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.
Tema tersebut menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Dalam amanatnya, Wabup membacakan pidato Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Baca Juga: Pemkab Morut Siapkan Forum CSR dan Perseroda jadi Mesin Penguatan UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
Dia menekankan bahwa pemerintah daerah harus terus berinovasi namun tetap berada dalam bingkai NKRI.
"Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal. Namun, pelaksanaannya harus tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Djira.
Dia mengemukakan bahwa koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan nasional.
Baca Juga: Delis Resmi Jadi Waketum Aspeksindo, Perkuat Peran Morut di Sektor Kelautan Nasional
Djira juga menyampaikan bahwa capaian otonomi daerah selama ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dia menilai tantangan pembangunan saat ini harus dijawab melalui kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong untuk mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bangsa Indonesia," sebut Djira.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin