RADAR PALU - Momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026 benar-benar dimanfaatkan warga di Lapangan Vatulemo, Kota Palu. Sejak pagi, pelaku UMKM hingga kreator seni terlihat berdatangan untuk mengamankan hak atas karya dan produk mereka melalui layanan langsung dari pemerintah.
Program Mobile Intellectual Property Clinic yang digelar Kanwil Kemenkum Sulteng menjadi magnet. Warga tak hanya mendapat edukasi, tetapi juga langsung dibimbing mendaftarkan kekayaan intelektual—mulai dari merek dagang hingga hak cipta.
Antusiasme terlihat dari beragam produk yang diajukan. Mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga karya kreatif lainnya, semua ingin memiliki payung hukum yang jelas. Di sisi lain, para seniman memanfaatkan momentum ini untuk memastikan karya mereka tak mudah diklaim pihak lain.
Baca Juga: Tim Legendaris Mutiara Hitam Siap Kembali ke Liga 1
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan strategi konkret memperkuat posisi produk lokal.
“Pendaftaran kekayaan intelektual adalah kunci agar produk UMKM dan karya seni punya identitas hukum yang kuat. Ini membuka peluang lebih luas, termasuk akses pasar dan investasi,” ujar Rakhmat Renaldy.
Menurutnya, perlindungan KI menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi kreatif daerah. Produk yang sudah terdaftar tak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar.
Baca Juga: Tak Mau Bergantung Tim Lain, PSS Ingin Tentukan Nasib Sendiri Demi Tiket Promosi Langsung
“Ketika sudah terdaftar, daya saing meningkat. Ini penting agar produk lokal bisa bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga global,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, proses awal pendaftaran dilakukan langsung di lokasi. Seluruh berkas yang masuk akan terus didampingi hingga tahap penerbitan sertifikat resmi.
Kanwil Kemenkum Sulteng memastikan pendampingan tidak berhenti di lokasi kegiatan. Setiap permohonan akan dikawal hingga tuntas sebagai bagian dari komitmen layanan hukum yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Peringatan Hari KI 2026 di Palu pun tak sekadar seremoni. Di Vatulemo, negara hadir nyata—memberi perlindungan sekaligus membuka jalan bagi produk dan karya lokal untuk naik kelas.***
Editor : Muhammad Awaludin