Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Apel Siaga Bencana 2026, Bupati Parimo Erwin Burase Tegaskan Kesiapsiagaan Harus Berkelanjutan

Rahmad Fadhil • Minggu, 26 April 2026 | 11:11 WIB
SIAGA BENCANA: Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, memimpin Apel Siaga dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (23/4/2026).(FOT: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).
SIAGA BENCANA: Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, memimpin Apel Siaga dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (23/4/2026).(FOT: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).

RADAR PALU – Komitmen menghadapi potensi bencana kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, memimpin langsung Apel Siaga dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (23/4/2026).

Apel siaga tersebut mengusung tema “Siap Untuk Selamat: Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, yang menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana yang kian kompleks.

Baca Juga: Polairud Parimo Tanam 100 Bibit Pohon di Pesisir, Komitmen Nyata Hadapi Perubahan Iklim dan Ancaman Bencana

Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan amanat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.

Ia menegaskan bahwa Hari Kesiapsiagaan Bencana merupakan agenda nasional tahunan yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kapasitas seluruh elemen masyarakat—mulai dari ASN, pelajar hingga kelompok rentan—terhadap ancaman bencana dan perubahan iklim.

“Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana. Setiap tahun kita menghadapi berbagai jenis bencana, baik alam, non-alam maupun sosial,” ujar Bupati saat membacakan amanat tersebut.

Baca Juga:   TMMD ke 128 Dibuka Bupati Parimo

Mengacu pada indeks risiko bencana nasional yang dirilis BNPB serta kajian risiko daerah periode 2023–2028, Kabupaten Parigi Moutong masuk dalam kategori wilayah rawan bencana.

Berbagai potensi ancaman yang dihadapi antara lain banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gelombang ekstrem dan abrasi pantai, hingga kekeringan.

Karena itu, Bupati menekankan pentingnya menjadikan peringatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan diikuti dengan aksi nyata seperti simulasi evakuasi dan edukasi kebencanaan secara rutin.

Baca Juga: Beras Murah Diserbu Warga, Aksi Polres Parimo Jadi Angin Segar di Tengah Kebutuhan Pokok Naik

“Melalui kegiatan ini, kita harapkan masyarakat semakin memahami ancaman bencana, mampu mengurangi risikonya, serta siap dengan strategi penyelamatan diri. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Parigi Moutong, penandatanganan kerja sama antara BPBD dengan PMI, Dinas Pendidikan dan Dukcapil, serta penyerahan piagam penghargaan bagi pihak yang berkontribusi dalam penanganan karhutla. (***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kabupaten Parigi Moutong #Menghadapi bencana #Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana #Apel siaga