RADARPALU – Dosen Poltekkes Kemenkes Palu turun langsung memperkuat layanan kesehatan ibu di tingkat desa.
Sebanyak 62 kader Posyandu bersama bidan desa di wilayah kerja Puskesmas Tambarana mengikuti pelatihan intensif guna mendorong peningkatan capaian Antenatal Care (ANC) K6, 23–25 April 2026.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi langkah strategis untuk menjawab masih rendahnya cakupan kunjungan ANC minimal enam kali selama kehamilan di Desa Tambarana.
Baca Juga: Manchester City Lolos ke Final Piala FA Empat Kali Secara Beruntun, Guardiola: Itu Identitas Kami
Peran kader dinilai krusial sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat, khususnya dalam edukasi dan pendampingan ibu hamil.
Ketua tim pelaksana dari Poltekkes Kemenkes Palu, Rina Tampake, SPd., S.Kep., Ns., M.Med.Ed, menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader menjadi kunci peningkatan kualitas kesehatan ibu dan janin.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan kader memiliki pemahaman yang kuat terkait ANC K6 serta mampu mengedukasi ibu hamil secara efektif agar rutin melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Baca Juga: Beri Kekalahan The Magpies, Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Liga Inggris
Selama tiga hari, peserta dibekali materi komprehensif meliputi konsep ANC K6, tanda bahaya kehamilan, serta teknik komunikasi efektif.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, dilanjutkan sesi edukasi dan diskusi interaktif, serta diakhiri post-test guna mengevaluasi peningkatan pemahaman kader.
Tak hanya peningkatan kapasitas, tim juga menyerahkan booklet panduan edukasi serta dukungan sarana berupa 22 alat penimbangan berat badan dan pita ukur (CM) untuk Posyandu, serta satu set alat penimbangan dan pengukuran tinggi badan untuk Puskesmas Tambarana.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Kader aktif berdiskusi, berbagi pengalaman lapangan, hingga terlibat dalam simulasi edukasi kepada ibu hamil.
Menurut Ketua Tim Pengabmas Rina Tampake, pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader, terutama dalam komunikasi dan pemantauan ibu hamil di wilayah masing-masing.
“Kader mulai memahami bagaimana menyampaikan edukasi yang tepat dan melakukan pencatatan sederhana. Ini penting untuk mendorong ibu hamil melakukan kunjungan ANC secara lengkap,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya menilai perlu adanya pendampingan lanjutan agar implementasi di lapangan berjalan konsisten.
“Ini adalah langkah awal. Ke depan perlu monitoring berkala agar peran kader semakin optimal sebagai penggerak kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari dosen Poltekkes Kemenkes Palu, yakni Rina Tampake, SPd., S.Kep., Ns., M.Med.Ed (ketua tim), Dr. Selvi Alfrida Mangundap, S.Kp., M.Si, dan Fransisca Noya, M.Keb.
Baca Juga: Menjauh 11 Poin, Barcelona Bisa Kunci Gelar La Liga Pekan Depan atau El Clasico Jadi Penentu
Melalui kegiatan ini, diharapkan cakupan ANC K6 di Desa Tambarana meningkat, sekaligus menekan risiko komplikasi kehamilan melalui deteksi dini dan pendampingan yang lebih optimal.
Ke depan, kader diharapkan terus aktif memberikan pendampingan serta edukasi kepada ibu hamil agar rutin menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai standar ANC K6.
Sehingga setiap potensi kelainan dapat terdeteksi lebih awal, proses persalinan berlangsung aman, ibu dan bayi selamat, serta masa nifas berjalan sehat. Dengan upaya berkelanjutan ini, penurunan angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut dapat tercapai secara nyata.(*)
Editor : Mugni Supardi