RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi terus mendorong transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi pusat layanan sosial terpadu, tidak lagi sekadar melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Posyandu, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sigi Minhar Tjeho, Ketua TP-PKK Siti Halwiah, Asisten III Selvy, Kadis Sosial Ariyanto, Kasat Pol PP-Damkar Moh. Ambar Mahmud, Direktur RSUD Torabelo dr. Diah Ratnaningsih, Direktur RSUD Pratama Kauria dr. Nando Repadjori, serta para camat, kepala puskesmas dan perangkat daerah lainnya.
Baca Juga: Perda Pajak Sigi Direvisi, MBR Diprioritaskan: Rumah Pertama Jadi Syarat Kunci
Dalam arahannya, Bupati Rizal menekankan bahwa Posyandu harus bertransformasi menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial masyarakat secara terintegrasi.
“Posyandu harus menjadi titik temu layanan kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan keluarga, hingga intervensi kemiskinan. Ini bukan lagi kerja sektoral, tapi kerja kolaboratif,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan peran Posyandu sejalan dengan dorongan pemerintah pusat agar layanan dasar masyarakat diperkuat hingga ke tingkat desa, berbasis data yang akurat dan intervensi yang tepat sasaran.
Baca Juga: Di Balik Pro-Kontra MBG, Dapur SPPG Baliase Sigi Jadi Harapan Baru Warga
Bupati juga menyoroti pentingnya pembenahan data sosial sebagai fondasi utama kebijakan. Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari desa hingga organisasi perangkat daerah (OPD), untuk serius melakukan validasi data masyarakat miskin, penerima bantuan sosial, hingga layanan kesehatan.
“Data yang baik melahirkan kebijakan yang baik. Kalau basis data kita rapi, program penanggulangan kemiskinan dan pembiayaan kesehatan bisa lebih efektif,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus menyasar akar persoalan melalui pendekatan lintas sektor, mulai dari penyediaan rumah layak huni, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan keluarga.
Baca Juga: Mensos Tinjau SRMP 22 Kabupaten Sigi, Batasi Gadget, Genjot Sekolah Permanen demi Masa Depan Siswa
Selain itu, percepatan penurunan stunting juga menjadi perhatian serius. Bupati meminta seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa dan OPD terkait memperkuat koordinasi dalam pemantauan ibu hamil, balita berisiko stunting, serta edukasi keluarga.
Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kerja tim dan konsistensi pelayanan hingga ke tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang terbuka dan responsif. Seluruh OPD diminta tidak mengabaikan pengaduan masyarakat, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Baca Juga: Pemkab Sigi Benahi Data Sekolah Rakyat, Fokus Tepat Sasaran dan Dorong Ekonomi Keluarga
“Saya ingin semua persoalan masyarakat cepat diketahui dan cepat ditangani. Pemerintah harus hadir menyelesaikan masalah,” tegasnya.
Bupati turut mendorong dilaksanakannya rapat koordinasi rutin lintas perangkat daerah agar isu kemiskinan, stunting, kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial dapat dikawal secara terpadu.
Di akhir kegiatan, ia mengapresiasi peran TP-PKK, pemerintah kecamatan, desa, serta kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan sosial di Kabupaten Sigi membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Baca Juga: Polda Sulteng Benarkan Penetapan Tersangka Kepala ATR/BPN Sigi, Ini Duduk Perkaranya
“Kolaborasi adalah kunci. Saya ingin seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu irama, bekerja terbuka, terukur dan saling menguatkan,” tandasnya.
Melalui Bimtek ini, Pemkab Sigi berharap pengelolaan Posyandu semakin adaptif terhadap transformasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memperkuat perannya sebagai simpul utama pelayanan dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin