Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Seismisitasnya Naik, 179 Gempa Terjadi dalam Sepekan di Sulteng 

Mugni Supardi • Jumat, 24 April 2026 | 21:27 WIB
Stasiun Geofisika Palu mencatat sebanyak 179 kejadian gempa bumi dalam periode 17 hingga 23 April 2026.(Mugni Supardi)
Stasiun Geofisika Palu mencatat sebanyak 179 kejadian gempa bumi dalam periode 17 hingga 23 April 2026.(Mugni Supardi)

RADARPALU - Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya masih tergolong tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Palu mencatat sebanyak 179 kejadian gempa bumi dalam periode 17 hingga 23 April 2026.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, yakni 10 hingga 16 April 2026 yang tercatat sebanyak 157 kejadian gempa.

Baca Juga: Suhu Palu Tembus 35 Derajat, Waspada Risiko Kebakaran Lahan

Berdasarkan data BMKG, mayoritas gempa yang terjadi memiliki magnitudo kecil. Sebanyak 165 kejadian berada di bawah magnitudo 3, sementara 14 gempa berkekuatan antara magnitudo 3 hingga 5. Tidak tercatat gempa dengan magnitudo di atas 5 dalam periode tersebut.

Dari sisi kedalaman, gempa didominasi oleh gempa dangkal. Sebanyak 168 kejadian terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, 10 gempa berada di kedalaman menengah (60–300 km), dan hanya satu kejadian gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.

Distribusi harian menunjukkan fluktuasi aktivitas, dengan puncak kejadian terjadi pada Sabtu (40 gempa) dan Jumat (26 gempa). Meski jumlahnya cukup tinggi, sebagian besar gempa tidak dirasakan oleh masyarakat karena berkekuatan kecil.

Baca Juga: Misi Marie Louise Eta di Kandang Leipzig, Fokus Curi Poin Meski Akui Lawan Berbahaya

BMKG menyebutkan bahwa aktivitas gempa ini merupakan bagian dari dinamika tektonik yang aktif di wilayah Sulawesi Tengah, yang berada di pertemuan sejumlah lempeng dan sesar aktif.

Melalui peta sebaran yang dirilis, aktivitas gempa tersebar di daratan maupun perairan sekitar Sulawesi Tengah, mengikuti jalur sesar aktif yang melintasi wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau tetap waspada, namun tidak panik. BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi gempa yang lebih besar, mengingat aktivitas seismik di kawasan ini masih cukup tinggi.

 

Selain itu, warga juga diingatkan untuk memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar ketahanan gempa serta memahami langkah evakuasi jika terjadi gempa yang dirasakan. (*)

Editor : Mugni Supardi
#aktivitas gempa 2026 #seismik Sulteng #BMKG Palu #Gempa Sulteng #gempa sulawesi tengah