Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

DPRD Soroti Aktifitas PETI di Tolitoli Semakin Marak, Diduga Ada "Orang Kuat" Bermain Tambang Ilegal di Bumi Cengkeh ? 

Muchsin Siradjudin • Kamis, 23 April 2026 | 15:21 WIB
Risman (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
Risman (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kembali marak di sejumlah wilayah Kabupaten Tolitoli memantik kemarahan publik.

Dalam beberapa hari terakhir, praktik ilegal tersebut disebut-sebut semakin brutal, menguras kekayaan alam tanpa kendali, sekaligus mengancam lingkungan hidup secara masif.

Sorotan tajam datang dari Wakil Ketua (Waket) I DPRD Tolitoli, Risman.

Baca Juga: PETI Tolitoli Diduga “Dapat Restu”, Aparat Diminta Bertindak.  

Politisi Partai Golkar itu meluapkan kekecewaan mendalam terhadap maraknya PETI yang dinilai seolah dibiarkan tumbuh subur tanpa tindakan tegas dari pihak terkait.

“Ini sudah keterlaluan. Kekayaan alam Tolitoli dikuras habis oleh pihak-pihak yang tidak punya kepedulian terhadap lingkungan. Ini bukan lagi pelanggaran biasa, ini perampokan terang-terangan,” tegas Risman dengan nada tinggi, Rabu (23/4/2026).

Risman mengaku telah berupaya mendorong penertiban tambang ilegal melalui jalur kelembagaan DPRD.

Baca Juga: Kasus Penggelapan Rp3,5 M di Tolitoli Sudah P21, Polres Tolitoli Belum Menahan Tersangka

Namun, upaya tersebut dinilainya seperti tidak dianggap oleh dinas teknis maupun pihak berwenang lainnya.

“Kami sudah jalankan fungsi pengawasan. Sudah kami suarakan melalui lembaga resmi.Tapi apa..? Sepertinya DPRD ini tidak dianggap. Tidak ada respon serius. Seolah-olah kami ini hanya pajangan,” ujarnya geram.

Puncak kekesalannya pun meledak. Risman bahkan melontarkan pernyataan keras yang menyentil eksistensi lembaga legislatif itu sendiri.

Baca Juga: Dispar Tolitoli Minim Anggaran, Pilih Promosi Lewat Medsos, Dongkrak Kunjungan Destinasi Wisata 

“Kalau memang kelembagaan seperti DPRD ini sudah tidak dianggap, lebih baik dibubarkan saja! Untuk apa ada kalau kewenangan pengawasan kami terus diabaikan?” cetusnya.

Pernyataan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Publik kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar retorika.

Pasalnya, dampak PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial serta merugikan daerah dari sisi ekonomi dan tata kelola sumber daya.

Baca Juga: Ini catatan Minor Mantan Kajari Tolitoli Albertinus Napitupulu, Pernah Diminta Dicopot dari Jabatan

Di tengah situasi yang semakin memanas, masyarakat berharap ada ketegasan dari pemerintah dan aparat. Jika tidak, bukan hanya alam Tolitoli yang akan habis, kepercayaan publik terhadap institusi negara pun bisa ikut runtuh.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Marak PETI di Tolitoli #Praktik tambang ilegal #Diduga ada orang kuat bermain tambang ilegal #Anggota dPRD Tolitoli kesal