RADAR PALU – Di tengah tuntutan publik terhadap pelayanan aparat yang lebih responsif dan transparan, kehadiran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Parigi Moutong di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Rabu (22/4/2026).
Tidak sekadar menjadi agenda rutin. Kegiatan anjangsana ini mencerminkan wajah lain Polri: membangun kedekatan sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat yang terus meningkat.
Dipimpin langsung Kasat Binmas AKP Zulkufran, kegiatan tersebut menyasar masyarakat di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Jemput Bola ke Kementan, Bupati Parimo Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026
Sebanyak 15 kepala keluarga menerima bantuan sosial berupa paket sembako sebagai respons atas kondisi ekonomi warga yang masih menghadapi tekanan kebutuhan pokok.
Namun, lebih dari sekadar distribusi bantuan, kegiatan ini menempatkan dialog sebagai inti.
Personel kepolisian membuka ruang komunikasi langsung dengan warga—mendengar keluhan, menyerap aspirasi, hingga membahas persoalan keamanan lingkungan yang kerap luput dari perhatian formal.
Baca Juga: Pohon Tua Jadi Ancaman, Bupati Parimo Perintahkan Penertiban Menyeluruh
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum. Kami ingin memastikan kehadiran kami dirasakan sebagai mitra masyarakat,” ujar AKP Zulkufran.
Pendekatan humanis yang ditampilkan menjadi bagian dari implementasi konsep Polri Presisi Profesional, Modern, dan Terpercaya.
Di lapangan, konsep tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dalam menghapus jarak psikologis antara masyarakat dan aparat yang terbentuk dari berbagai pengalaman sebelumnya.
Baca Juga: Sekkab Parimo Tegaskan Tak Ada Kebijakan Merumahkan PPPK, Bupati Pastikan Tetap Diperjuangkan
Di Desa Uevolo, pendekatan persuasif ini mulai menunjukkan dampak. Warga tampak lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan, mulai dari keamanan lingkungan hingga harapan terhadap kehadiran polisi yang lebih rutin di desa.
Suasana kegiatan berlangsung tanpa sekat formalitas, dengan interaksi langsung yang lebih cair dan terbuka.
Kegiatan ini juga menegaskan pergeseran paradigma dalam menjaga stabilitas wilayah. Pendekatan keamanan tidak lagi semata berbasis penegakan hukum, tetapi mulai diarahkan pada kemitraan sosial.
Baca Juga: Parimo Jadi Sorotan, Program Berani Berdering Sasar Desa Terpencil
Model ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang, terutama di wilayah pedesaan dengan karakter sosial yang kuat.
Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif. Selain bantuan yang tersalurkan dengan baik, kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Lebih jauh, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian mulai meningkat, meskipun masih membutuhkan penguatan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Parimo Jadi Sorotan, Program Berani Berdering Sasar Desa Terpencil
Meski demikian, tantangan utama terletak pada konsistensi. Program seperti anjangsana kerap mendapat respons positif, tetapi dampaknya akan terbatas jika tidak dilakukan secara berkelanjutan.
Publik kini menunggu langkah nyata berikutnya dari Polres Parigi Moutong untuk memastikan pendekatan ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
Desa Uevolo menjadi gambaran kecil dari upaya besar reformasi pelayanan Polri. Ke depan, keberhasilan tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilakukan, tetapi dari kemampuan menjaga kepercayaan yang telah mulai dibangun di tengah masyarakat.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin