RADAR PALU - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi program bangga kencana Dinas P2KB Sulteng, dengan Dinas P2KB Kab/Kota se-Sulteng, Senin (20/4/2024).
Program bangga kencana merupakan program unggulan BKKBN yang bertujuan mewujudkan keluarga berkualitas, sehat, dan sejahtera.
Adapun BERANI Depak Stunting adalah inovasi Dinas P2KB Sulteng untuk mempercepat penurunan stunting melalui data real-time, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga kolaborasi terpadu.
Baca Juga: Update Pagi: Abrasi Banggai Kepulauan, Tanggul 100 Meter Jebol, Warga Masih Waspada
Rakor ini adalah upaya untuk menurunkan angka prevelensi stunting yang cukup tinggi di Sulteng, untuk itu Pemprov Sulawesi Tengah menargetkan tahun ini angka prevenlensi stunting mencapai 19 persen.
Karena itu pada rakor ini menghadirkan Kepala Dinas P2KB se-Kabupaten/Kota yang se-Sulawesi Tengah.
Dalam rangka mewujudkan program Bangga Kencana P2KB Sulteng melalukan langkah transformasi digital dengan menghadirkan BERANI Depak Stunting (Deteksi Akar Penyebab Stunting) yang di harapkan dapat menjadi acuan data oleh pihak-pihak terkait pada kerja-kerja penurunan stunting di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Abrasi Terjang Banggai Kepulauan, Tanggul 100 Meter Ambruk, Rumah Warga Terendam
Rakor ini juga bertujuan menyinngkronkan program bangga kencana tahun 2026 dan rencana program tahun 2027.
Adapun narasumber pada rakor ini yaitu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banggai, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Kepala Bappeda Sulteng, dan Dekan Fakultas Kesahatan Masyarakat Universitas Tadulako (untad).
Sekretaris Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Budi Lamaka, mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Bupati Banggai yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan baik sehingga kegiatan Rakor ini bisa terlaksana dengan baik pada hari ini.
Baca Juga: Polisi Bongkar Dugaan Penimbunan Solar 2.150 Liter di Banggai Laut
Sekkab Banggai Ir. Moh. Ramli Tongko, menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, bahwa penurunan stunting adalah program prioritas daerah.
Penurunan angka stunting memerlukan kerja keras lintas sektor, stunting tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Prevelensi penurunan angka stunting di sulawesi tengah menunjukkan tren yang positif, data tahun 2024 mencatat angka 26,1 persen turun dari periode sebelumnya meskipun masih memerlukan kerja keras berbagai pihak, ” kata Gubernur Anwar.
Baca Juga: Mendes PDT Fokus Penguatan Ekonomi Desa di Banggai Bersaudara
Gubernur juga mengingatkan bahwa pada evaluasi kerja cacatan penurunan stunting 2025 Sulawesi Tengah juga memperoleh pengakuan nasional atas keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan termasuk melalui dukungan insentif fiskal dari pemerintah pusat.
Ini merupakan wujud nyata hasil dari kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tenaga kesehatan, kader KB, serta pemangku kepentingan telah berada pada jalur yang benar.
Gubernur juga mengingatkan bahwa upaya penurunan stunting harus berjalan beriringan dengan penguatan pembangunan sosial termasuk upaya pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Satgas MBG Banggai Perketat Standar SPPG, Wajib Penuhi SLHS dan IPAL
Pada Rakor ini beliau berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, terwujud integrasi program lintas sektor berbasis data, dan optimalisasi transformasi digital dalam pelayanan keluarga berencana.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin