Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Anwar Hafid Kunci Program ke Data, Bantuan Tak Boleh Melenceng

Muhammad Awaludin • Senin, 20 April 2026 | 17:47 WIB
Gubernur dan Mensos menegaskan pentingnya data akurat—agar bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.(Pemprov Sulteng)
Gubernur dan Mensos menegaskan pentingnya data akurat—agar bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.(Pemprov Sulteng)

 

RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengunci seluruh kebijakan daerah pada satu prinsip: berbasis data akurat.

Hal ini ditegaskan dalam pertemuan kunjungan Menteri Sosial di Gedung Pogombo Sulawesi Tengah, Senin (20/4/2026).

Tanpa data yang valid, bantuan dinilai rawan salah sasaran. 

Baca Juga: Sekolah Rakyat Digenjot di Sulteng, Target Putus Kemiskinan

Semua Harus Berbasis Data

Anwar menegaskan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kini menjadi rujukan utama.

“Tidak ada gunanya perencanaan tanpa data yang akurat,” tegasnya. 

Baca Juga: Gempa M7,4 Guncang Jepang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Data bahkan tetap diprioritaskan di tengah efisiensi anggaran.

Masalah di Lapangan

Kebijakan ini muncul setelah ditemukan perbedaan antara laporan dan kondisi riil.

Sejumlah program disebut selesai secara administratif, namun faktanya belum tuntas di lapangan.

Kemiskinan Masih Tinggi

Tantangan masih besar. Sekitar 10 persen warga Sulteng masih hidup dalam kemiskinan.

Selain itu, terdapat sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni berdasarkan data resmi.

Fokus ke Pendidikan 

Baca Juga: Man City Kini Lebih Difavoritkan Juara dari Arsenal

Pemprov mengalihkan fokus ke sektor strategis.

Pendidikan SMA, SMK, dan SLB digratiskan. Bantuan operasional daerah juga ditambah untuk menghapus pungutan.

Program beasiswa diperluas hingga menjangkau mahasiswa kedokteran.

Sekolah Rakyat Dikawal Ketat

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan program Sekolah Rakyat harus transparan.

“Ini strategi besar memutus kemiskinan secara terpadu,” ujarnya.

Ia mengingatkan tidak boleh ada praktik titipan dalam penerimaan siswa.

Literasi Jadi Prioritas

Selain itu, pemerintah mendorong pembangunan perpustakaan modern.

Langkah ini diharapkan membangun budaya baca dan mengurangi ketergantungan gadget.***

 

Editor : Muhammad Awaludin
#kemiskinan Sulteng #Anwar Hafid #Kebijakan daerah #bantuan sosial #DTKS