Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

HTH Dominan di Sulteng, Tapi Risiko Hujan Lebat Tetap Ada

Mugni Supardi • Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
Hasil monitoring iklim terkini di Sulawesi Tengah.(GAW LORE LINDU BARIRI)
Hasil monitoring iklim terkini di Sulawesi Tengah.(GAW LORE LINDU BARIRI)

RADARPALU – Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri merilis hasil monitoring iklim terkini di Sulawesi Tengah hingga 20 April 2026.

Secara umum, wilayah Sulteng masih didominasi Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori sangat pendek, yakni 1–5 hari.

Meski demikian, sejumlah wilayah tercatat mengalami HTH kategori lebih panjang. Di antaranya Lonu (Kabupaten Buol), Sidondo dan Makmur (Kabupaten Sigi), serta Cempaka (Kabupaten Tojo Una-Una) yang masuk kategori menengah atau 11–20 hari tanpa hujan.

Baca Juga: Viral dari Instagram, Pria Mengapung di Selat Bali Diselamatkan KMP Trisna Dwitya

Berdasarkan analisis curah hujan Dasarian II April 2026, kondisi di Sulawesi Tengah bervariasi dari kategori rendah hingga sangat tinggi.

Curah hujan rendah hingga menengah mendominasi sebagian besar wilayah, sementara hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi hanya terjadi di sebagian kecil wilayah Tojo Una-Una dan Poso.

Sementara itu, analisis sifat hujan menunjukkan kondisi yang beragam, mulai dari Bawah Normal (BN), Normal (N), hingga Atas Normal (AN). Wilayah utara seperti Buol, Tolitoli, Sigi, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan didominasi sifat hujan bawah normal.

Baca Juga: BMKG Catat Suhu Maksimum hingga 35,2 Derajat Celsius, Palu Masuk Daftar Terpanas

Adapun wilayah seperti Morowali, Banggai, dan sebagian Poso berada pada kategori normal. Sedangkan sifat hujan atas normal terpantau di sebagian wilayah Poso dan beberapa titik lainnya.

Memasuki Dasarian III April 2026, peluang curah hujan lebih dari 100 mm diperkirakan berada di kisaran 10–40 persen untuk wilayah utara, dan meningkat menjadi 50–80 persen di sebagian wilayah tengah seperti Sigi dan Poso.

Untuk curah hujan lebih dari 150 mm, peluangnya relatif kecil, yakni sekitar 10–20 persen dan hanya berpotensi terjadi di sebagian kecil wilayah selatan, terutama Sigi.

 

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor, khususnya di wilayah dengan peluang hujan menengah hingga tinggi.

Di sisi lain, daerah yang masih mengalami HTH kategori panjang diharapkan dapat mengelola penggunaan air secara bijak guna mengantisipasi potensi kekeringan.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi BMKG guna mendapatkan update kondisi iklim terbaru di wilayah masing-masing.(*)

Editor : Mugni Supardi
#hujan Sigi Poso #iklim April 2026 #Prakiraan cuaca Sulteng #Hari Tanpa Hujan Sulteng #BMKG Sulteng