RADAR PALU – Jalan Santai atau Jalan Sehat yang digelar oleh Pengurus Wilayah-Induk Keluarga Indonesia Buol (PW-IKIB) Sulawesi Tengah, bukan hanya seremoni jalan santai biasa.
Tetapi memiliki makna yang sangat dalam, khususnya bagi warga Buol yang berada di perantauan.
Warga masyarakat Sulteng yang ada di Kota Palu yang berasal dari Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang tergabung di Pengurus Besar-IKIB (PB-IKIB), didukung kerukunan keluarga Paleleh-Paleleh Barat, kerukunan keluarga Bunobogu-Bukal.
Juga dari perkumpulan keluarga Bokat-Bukal, serta mahasiswa dan mahasiswi Buol penuh keceriaan, jalan bersama, penuh canda, dan semangat melakoni jalan santai, start dan finisnya dari Jln. Watumapida, Kota Palu.
Setelah jalan santai dilakoni, dilanjutkan sosialisasi dan literasi keuangan yang disampaikan oleh pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kesemarakan Jalan Santai warga IKIB memang sudah terlihat, sejak kegiatan ini direncanakan sebelum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, berkali-kali rapat, penuh dinamika.
Baca Juga: Sejarah Baru: Buol Kabupaten Pertama di Sulteng Jalankan Amdalnet
Pasca Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah dibahas lagi, hingga acara yang mendapatkan perhatian besar dari seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah ini digelar, pada Minggu 19 April 2026.
Ini menjadi sebuah kesuksesan bagi kepengurusan PW-IKIB Sulteng. Dibawah pimpinan sang Ketua PW-IKIB Sulteng Wahid Tarim, bahu-membahu dengan panitia dan jajarannya kegiatan ini pun sukses digelar.
Semua peserta kebagian voucher, semua dapat hadiah menarik dan dibawa pulang. Berkat dukungan sponsorship, antara lain OJK Sulteng, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Bank Indonesia, Bank Sulteng, BRI, BNI, Pegadaian Syariah, Millenium Waterpark, PT. Baliase Indah Permai, MMS, ILM, HKM, BUMN, BUMD, Palang Merah Indoensia (PMI) Kota Palu, KJS Doyata, beberapa perusahaan lokal dan pelaku UMKM.
Ketua PW-IKIB Sulteng, Wahid Tarim, tak mampu menahan air matanya yang berkaca-kaca, saat menuturkan nasehat dari H. Muhidin Said yang menjadi orang tua angkat, dan selaku pembinanya.
“Kamu kalau sudah di atas jangan merasa tinggi. Sebaliknya, kalau kamu saat berada di bawah, jangan sampai direndahkan orang, “ kata Haji Muhidin, seperti ditirukan Wahid, saat memberikan sambutannya.
Diakhir kegiatan, Wahid Tarim menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada segenap sponsor dan berbagai pihak hingga acara ini tuntas dan selesai.
Baca Juga: Kontribusi Bank Rakyat Indonesia Dorong Pembangunan Ekonomi dan UMKM di Sulawesi Tengah
“Jaga kebersamaan dan kekeluargaan kita semua. Saya atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada hal-hal yang kurang berkenan di hati teman-teman semua. Mulai dari awal perencanaan kegiatan, sampai selesai acara tadi siang, “ ucap Wahid.
“Saya menyadari masih banyak kekeliruan dan kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun memang, kesempurnaan itu bukan milik kita. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan, kepada semua seksi panitia telah berusaha dan bekerja keras, tanpa mengenal rasa capek dan waktu. Saya ucapkan banyak terima kasih, “ kata Wahid.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin