Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Update Pagi: Abrasi Banggai Kepulauan, Tanggul 100 Meter Jebol, Warga Masih Waspada

Muhammad Awaludin • Sabtu, 18 April 2026 | 22:10 WIB
Pagi hari di pesisir Luksagu, sisa genangan air laut terlihat setelah tanggul jebol, warga berjaga di tengah ancaman gelombang susulan (istimewa/BPBD Sulteng)
Pagi hari di pesisir Luksagu, sisa genangan air laut terlihat setelah tanggul jebol, warga berjaga di tengah ancaman gelombang susulan (istimewa/BPBD Sulteng)

 RADAR PALU - Abrasi yang menghantam Desa Luksagu, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan mulai mereda, Minggu pagi (19/4/2026). Air laut yang sempat merendam permukiman kini telah surut. 

Meski begitu, warga pesisir masih dihantui potensi gelombang susulan. Tanggul penahan ombak sepanjang sekitar 100 meter yang ambruk belum diperbaiki. 

7 Rumah Sempat Terendam 

Sehari sebelumnya, Sabtu (18/4) sekitar pukul 07.30 WITA, gelombang pasang menerjang kawasan pesisir. Air laut masuk hingga ke permukiman. 

Baca Juga: Mobil Ringsek di Tol MEX, Siti Nurhaliza Selamat: “Saya Sudah Bisa Lompat Lagi”

Sebanyak tujuh rumah warga dan akses jalan pesisir terendam setinggi mata kaki. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. 

BPBD Turun, Assessment Dilakukan 

Tim BPBD bersama TRC langsung turun ke lokasi melakukan pendataan dan koordinasi. Penanganan darurat dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali. 

Baca Juga: Diduga Palsukan Dokumen Sengketa Lahan, Polda Sulteng Lakukan Penyidikan dan Tetapkan Tersangka

Situasi hingga pagi ini dilaporkan kondusif. Namun, pemantauan terus dilakukan mengantisipasi perubahan cuaca dan gelombang. 

Perbaikan Tanggul Jadi Prioritas 

Kerusakan tanggul menjadi perhatian utama. BPBD menegaskan perbaikan harus segera dilakukan untuk mencegah abrasi lanjutan. 

Tanpa tanggul, kawasan pesisir Desa Luksagu dinilai sangat rentan diterjang gelombang berikutnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#abrasi pantai #update abrasi #Banggai Kepulauan #BPBD #bencana sulteng