Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kolaborasi Pemkab Buol Bersama OJK Sulteng Tingkatkan Pemahaman Kemirausahaan UMKM dan Edukasi Tabungan Simpanan Pelajar

Muchsin Siradjudin • Sabtu, 18 April 2026 | 06:57 WIB
SAMBUTAN: Sekkab Buol, Moh. Yamin Rahim memberikan sambutan di kegiatan edukasi, Kamis (16/4/2026).(FOTO: DINAS KOMINFO BUOL/RADAR PALU).
SAMBUTAN: Sekkab Buol, Moh. Yamin Rahim memberikan sambutan di kegiatan edukasi, Kamis (16/4/2026).(FOTO: DINAS KOMINFO BUOL/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Edukasi  Kewirausahaan UMKM dan Edukasi Tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL), di aula Pobokidan lantai II Kantor Bupati Buol, Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutan Manajer OJK Sulteng Adam Novriansyah, mengatakan, peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

Hal ini sejalan dengan komitmen OJK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pemberdayaan pelaku UMKM.

Baca Juga: Sejarah Baru: Buol Kabupaten Pertama di Sulteng Jalankan Amdalnet

EDUKASI: Para peserta edukasi keuangan bagi pelaku UMKM dan edukasi SIMPEL di Kabupaten Buol.(FOTO: DINAS KOMINFO KABUPATEN BUOL/RADAR PALU).
EDUKASI: Para peserta edukasi keuangan bagi pelaku UMKM dan edukasi SIMPEL di Kabupaten Buol.(FOTO: DINAS KOMINFO KABUPATEN BUOL/RADAR PALU).

Kepada adik-adik sekalian, penting untuk mulai belajar tentang pengelolaan uang sejak dini. Uang yang dirawat dengan baik ibarat benih yang kelak akan tumbuh menjadi pohon besar dan berbuah lebat. Kemampuan merawat “pohon” tersebut disebut sebagai literasi keuangan.

Dijelaskan Adama Nofriansyah, ada tiga kata kunci yang perlu diingat, pertama, paham, yaitu mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Misalnya, kebutuhan seperti buku sekolah, dan keinginan seperti membeli mainan baru. Kedua, simpan, yaitu membiasakan diri menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, baik di celengan maupun di bank. Ketiga, sabar, karena menabung melatih kesabaran. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi bukit.

Baca Juga: Perkuat Sinergitas, Pemkab Buol Sambut Kunjungan Kerja Kajati Sulawesi Tengah ​

“Literasi keuangan bukan hanya tentang memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga bagaimana membentuk kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial yang bijak, “ jelasnya.

Menurutnya, OJK telah mencanangkan berbagai program, salah satunya Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), yang bertujuan memperluas jangkauan edukasi keuangan, khususnya kepada segmen guru dan pelajar.

Peran sekolah dan guru sangat penting dalam mengakselerasi peningkatan literasi keuangan guna mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera.

Baca Juga: Wakil Bupati Buol Resmi Buka Musda ke-5 Pemuda Muhammadiyah: Momentum Lahirnya Pemimpin dan Negarawan

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Pada tahun 2025, jumlah UMKM mencapai sekitar 65,5 juta unit usaha, dengan kontribusi sebesar 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja. Angka ini menunjukkan besarnya peran UMKM dalam menopang perekonomian Indonesia.

Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti akses pembiayaan, sistem pembayaran, digitalisasi, serta rendahnya literasi keuangan.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku UMKM, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah untuk mendukung program literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan, serta menghadirkan inovasi dan solusi keuangan yang relevan bagi pelaku UMKM.

Baca Juga: Bunda PAUD Buol Ikuti Rakor Penanganan Anak Perkuat Sinergi Menekan ATS

OJK sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan terus berupaya mendorong edukasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program strategis, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan literasi keuangan, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta selalu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan, “serunya.

Selanjutnya, sambutan Sekkab Buol  Moh Yamin Rahim,  pendidikan bagi anak-anak tidak hanya sebatas pada pelajaran akademik seperti matematika, IPA, dan IPS, tetapi juga penting untuk membentuk kecerdasan dalam mengelola keuangan sejak dini. 

Baca Juga: Bupati Buol Risharyudi Triwibowo Hadiri Peringatan HUT Provinsi Sulteng ke 62

Salah satu langkah sederhana yang dapat kita tanamkan adalah kebiasaan menabung. Anak-anak perlu dibiasakan untuk hidup hemat dan tidak boros, terlebih dalam kondisi saat ini.

“Saya sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini, yang juga melibatkan para pelaku UMKM, “ ujar Sekkab. 

Dijelaskannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol terus berkomitmen memberikan dukungan dan dorongan bagi pengembangan UMKM, termasuk dalam hal akses permodalan.

Baca Juga: Tiba di Buol Kajati Sulteng Disambut Dewan Adat Buol, Langsung Gelar Prosesi Adat Pemuliaan

Kehadiran OJK Sulteng sebagai narasumber tentu sangat penting dalam memberikan pemahaman mengenai akses keuangan yang sehat dan produktif.

Namun demikian, perlu menjadi perhatian bersama bahwa apabila UMKM memperoleh dukungan permodalan dari perbankan, maka dana tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan usaha, bukan untuk kepentingan konsumtif pribadi.

Jika tidak dikelola dengan baik, hal tersebut justru dapat menghambat perkembangan usaha itu sendiri.

Baca Juga: Sekkab Buol Terima Tim Komisi Informasi Sulteng Bahas KIP

Oleh karena itu, sektor UMKM sebagai sektor riil harus terus kita dorong dan kembangkan. Kita juga perlu menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini, termasuk kepada anak-anak sekolah.

Peran guru sangat penting dalam mengenali potensi peserta didik, khususnya mereka yang memiliki minat dan bakat dalam dunia usaha, sehingga dapat diberikan pembinaan dan dukungan yang tepat.

Selain itu, kata Sekkab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol berkomitmen penuh untuk mendukung sinergi antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, dunia pendidikan, serta para pelaku usaha dalam rangka meningkatkan akses keuangan masyarakat, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sekkab Buol Terima Tim Komisi Informasi Sulteng Bahas KIP

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata, membuka wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif, “ pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Buol, Wahyu Setiabudi, Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng Adam Nofriansyah, pimpinan PT Bank Sulteng Cabang Buol Moh. Rizani Irawan Hanggi, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan sekaligus Plt. Kabag Perekonomian dan SDA Setdaka Buol, Ani Siti Hanifah, para Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru pendamping, pelaku UMKM, dan para siswa sebagai peserta kegiatan edukasi.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Untuk UMKM dan pelajar #Pemberdayaan pelaku UMKM #Mendukung pertumbuhan ekonomi #edukasi keuangan