RADARPALU – Masyarakat Sulawesi Tengah diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi terkait gempa bumi yang beredar tanpa sumber jelas.
Setiap informasi kebencanaan harus dipastikan kebenarannya melalui lembaga resmi seperti BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Imbauan ini menjadi penting mengingat maraknya informasi tidak terverifikasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Inter Hajar Cagliari 3-0, Thuram Cs Semakin Kokoh di Puncak Klasemen
Wilayah Sulawesi Tengah sendiri dikenal sebagai kawasan rawan gempa karena dilalui sejumlah sesar aktif, seperti Sesar Palu-Koro, Matano, Gorontalo, hingga Sesar Poso.
“Gempa bumi umumnya terjadi di sekitar patahan aktif akibat pelepasan energi. Karena itu, informasi yang beredar harus dikonfirmasi ke lembaga yang berwenang,” kata Staf Kantor BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Hendrik, Jumat (17/4/2026).
Khusus di Kota Palu lanjut Hendrik, sumber utama gempa berasal dari Sesar Palu-Koro yang dikenal sangat aktif.
Baca Juga: Jay Idzes Main Full, Sassuolo Tumbangkan Como 2-1
Karena itu, masyarakat diminta lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. “Pastikan informasi berasal dari pemerintah, seperti BPBD atau BMKG. Jangan langsung percaya jika sumbernya tidak jelas,” imbau Hendrik.
Dengan meningkatnya literasi informasi, diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks yang dapat memperkeruh situasi saat terjadi bencana.(*)
Editor : Mugni Supardi