Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Patah As Roda di Santigi Dini Hari, Kendaraan Lumpuh di Batu Ceper

Muchsin Siradjudin • Jumat, 17 April 2026 | 15:50 WIB
GANGGUAN: Sebuah kendaraan terhenti di badan jalan kawasan Batu Ceper, Santigi, Jumat (17/4/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).
GANGGUAN: Sebuah kendaraan terhenti di badan jalan kawasan Batu Ceper, Santigi, Jumat (17/4/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).

RADAR PALU – Ketika sebagian besar aktivitas masyarakat masih terlelap, gangguan tak terduga justru terjadi di ruas jalan Batu Ceper, Santigi.

Sebuah kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan teknis serius berupa patahnya stik as roda pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Insiden tersebut membuat kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa berhenti di badan jalan.

Baca Juga: Pohon Tua Jadi Ancaman, Bupati Parimo Perintahkan Penertiban Menyeluruh

Meski terjadi pada dini hari saat arus lalu lintas relatif lengang, posisi kendaraan yang menghalangi sebagian badan jalan tetap memicu perlambatan bagi kendaraan yang melintas dari dua arah.

Kerusakan pada as roda yang merupakan komponen vital dalam sistem penggerak kendaraan menyebabkan roda tidak lagi berfungsi optimal, sehingga kendaraan praktis lumpuh di tempat.

Salah satu pengemudi di lokasi, Faujan Hidayah, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba tanpa adanya indikasi kerusakan sebelumnya.

Baca Juga: Sekkab Parimo Tegaskan Tak Ada Kebijakan Merumahkan PPPK, Bupati Pastikan Tetap Diperjuangkan

“Sekitar jam dua pagi kendaraan masih normal, tidak ada tanda-tanda. Tiba-tiba terdengar bunyi keras dari bawah. Setelah dicek, ternyata as roda sudah patah dan kendaraan langsung tidak bisa bergerak,” ujarnya.

Menurut Faujan, kondisi waktu kejadian yang berlangsung pada dini hari turut menjadi kendala tersendiri.

Keterbatasan akses terhadap bengkel maupun ketersediaan suku cadang membuat proses penanganan tidak bisa dilakukan secara cepat.

Baca Juga: Parimo Jadi Sorotan, Program Berani Berdering Sasar Desa Terpencil

Upaya darurat sempat dilakukan oleh pengemudi bersama warga sekitar. Mereka mencoba mencari solusi alternatif dengan memanfaatkan stik as dari kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi. Namun, langkah tersebut tidak membuahkan hasil akibat ketidaksesuaian spesifikasi teknis.

“Kami sudah coba pinjam dari kendaraan lain, tapi tidak cocok. Ukuran dan jenisnya berbeda, jadi tidak bisa dipasang,” jelasnya.

Kondisi ini membuat kendaraan tetap tertahan di lokasi sembari menunggu bantuan suku cadang yang sesuai.

Baca Juga: Penjelasan LKPJ 2025 di Paripurna, Capaian Parimo Diklaim “Berhasil" Hingga "Sangat Berhasil”

Sementara itu, pengguna jalan yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan dan bergantian melewati titik kejadian.

Sejumlah warga sekitar turut berinisiatif membantu mengatur arus lalu lintas secara manual guna mencegah kemacetan yang lebih panjang, sekaligus menghindari potensi kecelakaan di lokasi yang minim penerangan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi para pemilik kendaraan untuk memastikan kondisi teknis kendaraan tetap prima, terutama pada komponen vital seperti as roda.

Baca Juga: Parimo Gelar Pra Musrenbang Stunting 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Kerusakan mendadak tidak hanya berdampak pada kendaraan itu sendiri, tetapi juga dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pengendara yang melintasi jalur Batu Ceper, Santigi, diimbau untuk tetap waspada, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi jalan, khususnya di sekitar titik kejadian yang masih dalam proses penanganan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kendaraan mengalami keruskan #Menghalangi badan jalan #Keterbatasan akses bengkel #Kendaraan mengurangi kecepatan