Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Barantin Minta Sulteng Jaga Kualitas, Waspadai Oknum Rusak Ekspor Durian

Wahono. • Kamis, 16 April 2026 | 16:06 WIB
Pemerintah pusat dan daerah berfoto bersama di depan kontainer berisi durian beku asal Sulawesi Tengah yang siap diekspor ke Tiongkok, Kamis (16/4/2026), sebagai simbol pelepasan komoditas unggulan ke pasar internasional.
Pemerintah pusat dan daerah berfoto bersama di depan kontainer berisi durian beku asal Sulawesi Tengah yang siap diekspor ke Tiongkok, Kamis (16/4/2026), sebagai simbol pelepasan komoditas unggulan ke pasar internasional.

 

 

RADAR PALU – Pemerintah pusat melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin) menekankan pentingnya menjaga kualitas ekspor durian Sulawesi Tengah di tengah meningkatnya permintaan pasar internasional. Peringatan ini disampaikan saat pelepasan ekspor durian beku sebanyak 459 ton senilai Rp42,5 miliar ke Tiongkok, Kamis (16/4/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kepala Barantin Dr. Sahat M. Panggabean, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, serta sejumlah kepala daerah.

 

Dalam sambutannya, Sahat M. Panggabean mengingatkan adanya potensi gangguan dari oknum yang dapat merusak kualitas ekspor durian. Ia menegaskan bahwa komoditas yang mulai berkembang pesat kerap menghadapi tantangan serupa.

 

Baca Juga: Ekspor Durian Sulteng Tembus Rp377,5 M, 151 Kontainer ke China

 

“Biasanya kalau ini sudah mulai bagus, ada yang ingin menggagalkan. Saya sudah minta kepala balai membentuk tim satgas untuk mengawal ini supaya semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal ekspor durian hingga benar-benar memberikan manfaat bagi daerah. Menurutnya, Barantin akan bekerja maksimal dalam memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi standar kualitas internasional.

 

Sahat menambahkan, potensi ekspor Sulawesi Tengah tidak hanya terbatas pada durian, tetapi juga komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan lainnya. Ia menyebut jajaran karantina bahkan telah bergerak hingga ke wilayah terpencil seperti Banggai Laut untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.

 

Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menyatakan komitmennya menjadikan durian sebagai salah satu penggerak ekonomi baru di Sulawesi Tengah. Ia optimistis dengan luasnya lahan yang dimiliki, sektor pertanian, khususnya durian, dapat berkembang pesat.

 

Baca Juga: Sulteng Jadi Pusat Ekspor Durian ke China, Besok 17 Kontainer Siap Diberangkatkan

 

“Kami mendorong durian menjadi bagian dari pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Potensi kami sangat besar dan lahan masih sangat luas,” ungkapnya.

 

Anwar juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan Provinsi Hainan, Tiongkok, untuk memperkuat pengembangan sektor pertanian dan perikanan, terutama durian.

 

Pada kesempatan tersebut, turut diluncurkan merek internasional “Folkano Durian Indonesia” sebagai upaya memperkuat identitas produk durian asal Indonesia di pasar global.

Editor : Wahono.
#ekspor #palu #Tiongkok #sulawesi tengah #durian