Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Akses Pantai Timur Terganggu, Jalan Gunung Tinombala di Parigi Moutong Berlumpur Parah

Rahmad Fadhil • Rabu, 15 April 2026 | 19:39 WIB
KONDISI MEMPRIHATINKAN: Kendaraan melintas perlahan di ruas Jalan Gunung Tinombala, titik Pasir Putih, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (15/4/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
KONDISI MEMPRIHATINKAN: Kendaraan melintas perlahan di ruas Jalan Gunung Tinombala, titik Pasir Putih, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (15/4/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Ruas jalan di kawasan Gunung Tinombala, tepatnya di titik yang dikenal sebagai Pasir Putih, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dilaporkan mengalami kerusakan serius dan membahayakan pengguna jalan.

Jalur strategis penghubung wilayah Pantai Timur menuju Kabupaten Tolitoli dan Buol itu kini berubah menjadi lintasan berlumpur dengan tingkat kelicinan tinggi.

Kondisi terkini, Rabu (15/4/2026), menunjukkan badan jalan dipenuhi lumpur tebal akibat curah hujan yang terus mengguyur dalam beberapa hari terakhir. Struktur tanah yang labil di kawasan tersebut memperparah keadaan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan mendapatkan traksi saat melintas.

Baca Juga: Parigi Moutong Didorong Lebih Waspada, Isu Narkoba dan Konflik Sosial Mengemuka di Rakor Pemprov Sulteng

Pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan bermuatan berat seperti truk logistik mengalami selip ban hingga nyaris terguling. Bahkan, beberapa kendaraan terpaksa berhenti dan menunggu kondisi lebih aman untuk melanjutkan perjalanan.

“Ini bukan lagi sekadar jalan rusak, tapi sudah berbahaya. Kami sopir harus ekstra fokus, sedikit saja lengah bisa celaka,” ujar Andi (34), sopir angkutan barang yang melintas dari arah Parigi menuju Toli-Toli.

Pengendara lain, Andong, mengaku waktu tempuh perjalanan kini jauh lebih lama dari biasanya.
“Biasanya lancar, sekarang harus antre dan pelan sekali. Kalau hujan turun lagi, kondisinya makin parah. Ini sangat mengganggu,” katanya.

Baca Juga: Antrean Truk Mengular, Pemkab Parimo Dorong Forum Lalu Lintas Cari Solusi Terpadu

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mulai mengganggu distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Pantai Timur. Jalur Gunung Tinombala sendiri merupakan salah satu akses vital penghubung antar kabupaten.

Warga setempat menyebut, kerusakan jalan di titik tersebut kerap terjadi setiap musim hujan, namun tahun ini dinilai lebih parah. Minimnya penanganan cepat membuat kondisi jalan semakin memburuk.

“Kalau dibiarkan, ini bisa putus total. Ini jalur utama, harus segera ditangani dengan alat berat,” ungkap seorang warga.

Baca Juga: Pangan Murah di HUT Parimo: Redam Inflasi atau Sekadar Panggung Seremonial?

Masyarakat pun mengimbau para pengendara, khususnya kendaraan bermuatan berat, agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melintas jika kondisi tidak memungkinkan.

Pengemudi juga diminta memastikan kondisi kendaraan, terutama ban dan sistem pengereman.

Di sisi lain, masyarakat Parigi Moutong berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: Lampu Jalan Gelap Disorot di Paripurna, DPRD Parimo Tagih Janji Pemkab

Pengerasan jalan, penimbunan material, hingga pengerahan alat berat dinilai menjadi langkah mendesak guna mencegah kecelakaan dan potensi terputusnya akses.

“Minimal ada penanganan sementara supaya kendaraan bisa lewat dengan aman. Jangan tunggu ada korban,” tegas warga.

Selain itu, perbaikan permanen juga dinilai sangat dibutuhkan agar kondisi serupa tidak terus berulang setiap musim hujan, mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi di kawasan Pantai Timur Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Bupati Parimo Jemput Peluang Nasional, SDM Transportasi Jadi Mesin Akselerasi 

Pengguna jalan diimbau tetap waspada, mempertimbangkan waktu perjalanan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di jalur tersebut.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Mengimbau pengendara #hati-hati di jalan #Calan becek dan berlubang