Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Anggota DPRD Henny Humbu Bantah Intimidasi Jurnalis Erni Ba'u

Ilham Nusi • Rabu, 15 April 2026 | 16:28 WIB
Henny Humbu (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
Henny Humbu (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Anggota DPRD Morowali Utara (Morut) Henny Humbu membantah keras tudingan intimidasi terhadap jurnalis Erni Johan Ba’u (52). 

Henny menegaskan, justru pihak keluarganya yang merasa dirugikan akibat unggahan media sosial yang dinilai tidak beretika dan memicu kemarahan.

Kasus ini mencuat setelah Erni melaporkan dugaan teror ke polisi usai rumahnya didatangi sejumlah orang. 

Baca Juga: Delis Resmi Jadi Waketum Aspeksindo, Perkuat Peran Morut di Sektor Kelautan Nasional

Namun, Henny menyebut peristiwa tersebut tidak bisa langsung dikategorikan sebagai intimidasi.

Apalagi dikaitkan dengan produk jurnalistik yang diterbitkan Erni Ba'u dalam portal Teraskabar.id.

Henny Humbu menjelaskan, kedatangan keluarganya ke rumah Erni bertujuan meminta klarifikasi atas status Facebook yang dianggap menyinggung dan menyakiti keluarga yang sedang berduka.

Baca Juga: Polres Morut Tangkap Warga Morowali Pengedar Sabu 25,23 Gram

"Tanpa konfirmasi dia langsung viralkan saya. Statusnya itu yang bikin keluarga saya marah," ujar Henny dikonfirmasi Radar Palu, Selasa (14/4/2026).

Henny menyebut dirinya bahkan sempat mencoba menghubungi Erni melalui telepon dan WhatsApp, namun tidak mendapat respons.

"Saya mau minta penjelasan maksud dari status itu, tapi tidak diangkat dan tidak dibalas," katanya.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-58 Guru Tua di Morut, Warda Mamala Dorong Pembangunan Alkhairaat

Menurut Henny, unggahan Erni di media sosial mengandung narasi yang dianggap tidak pantas, terutama karena menyangkut suasana duka dalam keluarganya.

"Mama saya bukan binatang dibilang mati. Itu yang membuat keluarga sangat tersinggung," tegasnya.

Ia mengungkap keluarga sudah meminta agar unggahan tersebut dihapus, namun tidak diindahkan. Hal itulah yang kemudian memicu inisiatif keluarga untuk mendatangi Erni.

Baca Juga: Dukung Empat Ranperda Morut, Ketua Fraksi Hanura Bangkit Berjuang Ingatkan Kemandirian Fiskal Daerah

Henny mengaku tidak mengetahui secara langsung kedatangan keluarganya ke rumah Erni, karena saat itu dirinya sedang beristirahat di dalam rumah.

"Saya tidak tahu kalau keluarga saya pergi menemui ibu Erni," ungkapnya.

Ia juga membantah adanya tindakan intimidasi atau ancaman seperti yang dilaporkan.

Baca Juga: Perusahaan Sumber Dana CSR Tamainusi Morut Ikut Diperiksa

Sebaliknya, Henny justru menuding Erni bersikap agresif saat pertemuan tersebut berlangsung.

"Malah dia dorong adik saya dan ambil parang dari dalam rumah," katanya.

Henny juga menyinggung aspek profesionalitas dalam pemberitaan yang dilakukan Erni Ba'u. 

Baca Juga: Pemkab Morut Siapkan Rp2,7 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026

Ia menilai, sebagai jurnalis, seharusnya Erni melakukan konfirmasi sebelum mempublikasikan informasi.

"Menurut saya ini sudah melanggar kode etik sebagai wartawan," ujarnya.

Henny juga mengungkap bahwa konflik dengan Erni bukan kali pertama terjadi, terutama sejak dirinya maju sebagai calon legislatif.

Baca Juga: Wabup Morut Dorong SDM Industri Nikel lewat Kolaborasi IT Del-CNGR

"Sudah sering dari awal pencalegan saya diviralkan, tapi saya tidak bahas yang lalu," tambahnya.

Lebih lanjut, Henny mempertanyakan posisi dirinya dalam kasus ini, mengingat ia merasa justru menjadi pihak yang dirugikan terlebih dahulu.

"Yang seharusnya saya melapor, malah dia yang duluan. Jadi sebenarnya yang terintimidasi itu siapa?" katanya.

Baca Juga: Pidana Kerja Sosial Jadi Solusi Humanis, Wabup Morut Terima Audiensi Bapas Luwuk

Saat ini, ia memilih menunggu proses hukum berjalan dan siap memberikan keterangan jika dipanggil pihak kepolisian.

"Saya tinggal menunggu panggilan dari Polres atas laporan ibu Erni," sebut Henny. (***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Anggota DPRD Morut Membantah tuduhan #Melaporkan dugaan teror #Meminta klarifikasi #Masih suasana duka keluarga