RADAR PALU – Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, Dinas Pariwisata Tolitoli terus mencari celah inovatif untuk mempromosikan kekayaan alam daerah.
Langkah strategis kini difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital dan penguatan sinergi antarlembaga sebagai motor utama pengembangan potensi pariwisata di Kota Cengkeh.
Penanggung Jawab (PIC) Desa Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Tolitoli, Ika Merdekawati menyampaikan bahwa, era digitalisasi memberikan peluang besar bagi daerah untuk memperkenalkan objek wisatanya tanpa harus terkendala biaya promosi yang tinggi.
Baca Juga: Tolitoli Siap WFH dan Efesiensi BBM Randis Warga Cemas, Bupati Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
Media sosial (Medsos) kini menjadi ujung tombak untuk menyebarluaskan informasi destinasi kepada masyarakat luas.
Ika mengakui bahwa kondisi anggaran saat ini memang terbatas, namun hal tersebut tidak menyurutkan kreativitas jajaran Dinas Pariwisata.
“Kendati keterbatasan anggaran, kami lebih mengupayakan promosi digital. Kami terus membahas bagaimana hal ini tidak menyurutkan semangat teman-teman di dinas untuk tetap menjalankan program kerja," ungkap Ika Merdekawati.
Baca Juga: Warga KKSS Tolitoli Siap Ambil Peran, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Berdasarkan data pemetaan, Kabupaten Tolitoli memiliki potensi wisata yang sangat besar dan beragam.
Saat ini, terdapat setidaknya 9 hingga 12 destinasi unggulan yang terus dikembangkan, serta beberapa Desa Wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati, seperti, Desa Wisata Lalos yang menjadi prioritas pembangunan dengan fokus pada wisata pantai.
Desa Wisata Malangga, terkenal dengan potensi budaya rumah adat Langko, pembuatan gula merah, dan wisata air terjun. Kemudian ada asset wisata Bahari.
Baca Juga: Perluas Jangkauan, Naba Tour Makassar Resmi Buka Cabang di Tolitoli
Meliputi Pulau Kapas, Pulau Lingayan, Pantai Sabang Tende, hingga fenomena unik Udang Merah di Tanjung Sanjangan.
Selain itu, yang juga menjadi prioritas promosi adalah kawasan wisata pulau, termasuk Pulau Lutungan yang memiliki nilai sejarah serta Pulau Panjang (Dulangan) di Desa Santigi.
Keanekaragaman ini merupakan aset berharga yang memerlukan strategi promosi yang tepat agar dikenal lebih luas, baik di tingkat regional maupun mancanegara.
Lebih lanjut, Ika menjelaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata sangat bergantung pada kolaborasi.
Selain peran pemerintah, dukungan dari media massa sangat krusial untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Ia secara khusus menyoroti peran lembaga penyiaran seperti RRI dalam memperkuat jangkauan informasi.
Baca Juga: Umada Tolitoli Peringkat 4 PTS Terbaik di Sulteng
"Yang kita butuhkan adalah kolaborasi dengan pihak-pihak media, termasuk media cetak dan online, untuk mempromosikan berbagai objek wisata yang ada di Kabupaten Tolitoli," tambahnya.
Melalui kombinasi promosi digital yang masif dan sinergi yang kuat, Dinas Pariwisata optimis geliat pariwisata akan membawa dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Tolitoli.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin