RADAR PALU – Nuansa adat dan tradisi kental mewarnai halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buol, Rabu (15/4/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, melalui Dewan Adat menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat, SH., MH, dalam sebuah prosesi penjemputan adat yang khidmat.
Penjemputan ini dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buol, Moh.Yamin Rahim yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Buol.
Baca Juga: Direktur Jawa Pos Radar Palu Terima Kunjungan Kajati Sulteng, Perkuat Sinergi Media dan Kejaksaan
Prosesi ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat Buol terhadap tamu negara maupun pejabat tinggi yang menginjakkan kaki di tanah Pogogul.
Dalam sambutannya, Sekkab menyampaikan, prosesi adat ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penerimaan masyarakat Buol terhadap korps Adhyaksa sebagai bagian dari keluarga besar daerah.
"Melalui dewan adat, kami menitipkan pesan keselamatan dan keharmonisan. Kehadiran bapak Kajati di Kabupaten Buol merupakan kehormatan besar, dan secara adat.
Baca Juga: Kajari Sigi Berganti, Irwan Ganda Saputra Resmi Dilantik Pimpin Kejaksaan Negeri Sigi
Beliau kini telah diterima dengan tangan terbuka oleh seluruh elemen masyarakat," ujar Sekkab Buol.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah untuk mempererat sinergitas antarinstansi.
Tampak hadir di lokasi Ketua DPRD Kabupaten Buol Ryan Kwendi, Kapolres Buol, bersama anggota Forkopimda Kabupaten Buol.
Baca Juga: Kajati Sulteng Lantik Yos Arnold Tarigan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Poso
Setibanya di halaman kantor Kejari Buol, Kajati Sulteng disambut dengan tarian tradisional dan tetabuan khas Buol.
Sekretaris Dewan Adat memandu langsung jalannya ritual, mulai dari penyematan atribut adat hingga doa bersama untuk keselamatan tugas di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Buol.
Kehadiran Kajati Sulteng ini dijadwalkan dalam rangka kunjungan kerja untuk meninjau kinerja jajaran Kejari Buol sekaligus memperkuat koordinasi penegakan hukum yang humanis dan berbasis kearifan lokal di Bumi Pogogul.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin