Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Peluncuran Buku “Berani Sehat dan Berani Berkah”, Gagasan Transformasi Kesehatan dan Spiritual dari Sulawesi Tengah

Talib • Rabu, 15 April 2026 | 11:31 WIB
Peluncuran buku “Berani Sehat dan Berani Berkah” sebagai tonggak transformasi layanan kesehatan berbasis empati dan spiritual di Sulawesi Tengah.Peluncuran buku “Berani Sehat dan Berani Berkah” sebagai tonggak transformasi layanan kesehatan berbasis empati dan spiritual di Sulawesi Tengah.

RADAR PALU - Peluncuran buku “Berani Sehat: Menyalakan Harapan di Setiap Nyawa” dan “Berani Berkah: Fondasi Spiritual Pembangunan Sulawesi Tengah” menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi kebijakan publik berbasis kemanusiaan dan nilai spiritual.

 

Dalam sambutan penulis, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag., menegaskan bahwa kehadiran dua buku tersebut bukan sekadar karya literasi, melainkan manifestasi gagasan besar untuk memperbaiki arah pembangunan, khususnya di sektor kesehatan dan birokrasi.

 

Menurutnya, selama proses penulisan, tim menemukan realitas yang kontras: kemajuan teknologi tidak selalu diiringi dengan empati dalam pelayanan publik. 

Baca Juga: 453 Warga Morowali Utara Nikmati Program Berani Sehat

“Kita sering kali melihat masyarakat kecil justru terhambat oleh prosedur administratif ketika membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.

 

Buku Berani Sehat mengangkat pendekatan revolusioner dalam pelayanan kesehatan, di mana akses layanan dipermudah hanya dengan KTP. 

 

Model ini menjadi simbol perubahan paradigma dari sistem yang berbelit menjadi sistem yang menjamin hak dasar masyarakat.

Baca Juga: Sembilam Berani Peta Jalan Sulteng Nambaso, Program Berani Cerdas dan Sehat Jadi Pengungkit

Sementara itu, Berani Berkah menekankan pentingnya fondasi spiritual dalam birokrasi. 

 

Buku ini mengajak para pemangku kebijakan untuk mengedepankan nilai keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab moral dalam setiap keputusan publik.

 

Kedua buku ini juga memperkenalkan konsep Hero System, yakni sistem pelayanan yang dirancang agar tetap berjalan optimal tanpa bergantung pada figur pemimpin tertentu. 

Baca Juga: Ratusan Ribu Kepesertaan PBI Dinonaktifkan, Sulteng Aktifkan Skema BERANI Sehat

Dengan demikian, keberlanjutan program dapat terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan.

 

Tak hanya itu, gagasan Diplomasi Kesehatan Domestik turut diangkat sebagai pesan bagi daerah lain di Indonesia.

 

 Sulawesi Tengah dinilai mampu menjadi contoh bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan adil.

Baca Juga: PAD Sulteng Naik Rp400 Miliar, Gubernur Ungkap Strategi Berani Sehatkan Fiskal

Penulisan buku ini merupakan hasil kolaborasi multidisiplin, melibatkan perspektif spiritual, akademik, hingga pengalaman empiris di lapangan, termasuk kontribusi Dr. Kamridah, S.Ag., M.Th.I, dan dr. Reny Lamadjido sebagai praktisi medis.

 

Melalui karya ini, penulis berharap cita-cita Indonesia Sehat 2045 tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan mulai dari daerah-daerah terpencil.

 

“Sejarah tidak akan mencatat berapa lama kita berkuasa, tetapi berapa banyak nyawa yang berhasil kita selamatkan,” demikian pesan penutup dalam peluncuran tersebut. ***

Editor : Talib
#BERANI SEHAT #reformasi kesehatan #birokrasi empati #sulawesi tengah #BERANI Berkah