Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Harga Karung Plastik Naik, Petani Menjerit di Musim Panen DPRD Minta Pemda Awasi Saprodi 

Ahmad Hamdani • Selasa, 14 April 2026 | 20:52 WIB
KARUNG PLASTIK: Petani di Tolitoli menggunakan karung plastik saat panen di lahan mereka.(FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).
KARUNG PLASTIK: Petani di Tolitoli menggunakan karung plastik saat panen di lahan mereka.(FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).

RADAR PALU – Di tengah keresahan masyarakat terkait isu kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu fenomena panic buying, ditanggapi serius Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tolitoli, Taufik, SE.

Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyatakan bahwa kabar yang beredar luas di media sosial terkait bakal adanya kenaikan BBM adalah informasi sesat atau hoaks.

Kepada awak media, Taufik menyayangkan adanya oknum yang sengaja menyebarkan potongan informasi yang tidak utuh, sehingga menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat Tolitoli.

Baca Juga: Tolitoli Siap WFH dan Efesiensi BBM Randis  Warga Cemas, Bupati Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

"Saya tegaskan bahwa isu kenaikan BBM ini tidak benar. Informasi yang beredar di media sosial itu hoaks. Mungkin ada oknum yang sengaja memunculkan dimensi ini dengan informasi yang dipotong-potong atau tidak tuntas," ujar Taufik.

Mengenai Kenaikan Harga Bahan Plastik, Taufik tidak menampik hal itu. Menurutnya, berdasarkan pantauan media nasional, memang terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, namun bukan pada BBM. 

Ia menyebutkan bahwa dampak global justru terlihat pada kenaikan harga bahan baku plastik yang mencapai angka 80 persen, bukan pada sektor bahan bakar.

Baca Juga: Ini catatan Minor Mantan Kajari Tolitoli Albertinus Napitupulu, Pernah Diminta Dicopot dari Jabatan

Karena itu, sebagai wakil rakyat ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih menahan diri, terutama para pengguna kendaraan, untuk mulai melakukan efisiensi. Ia menyarankan agar penggunaan kendaraan untuk hal-hal yang tidak mendesak, lebih dikurangi.

"Kalau hal-hal tertentu bisa dikomunikasikan lewat telepon atau SMS, kenapa kita harus keluar menggunakan kendaraan yang notabene membuang BBM? Mari kita utamakan kebutuhan daripada keinginan," pesannya.

Mengenai stok BBM subsidi jenis Solar, Taufik mencatat adanya perbaikan dalam dua minggu terakhir. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, antrean panjang di SPBU sudah mulai berkurang.

Baca Juga: Warga KKSS Tolitoli Siap Ambil Peran, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Ia menilai hal ini merupakan indikasi positif bahwa pengawasan terhadap penyalahgunaan Solar subsidi seperti untuk aktivitas penambangan ilegal mulai efektif.

Ia berharap kondisi ini terus terjaga agar hak para petani dan nelayan dalam mendapatkan kuota BBM subsidi tidak terganggu oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan sesaat melalui penimbunan.

"Jangan manfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi dengan menimbun BBM, karena itu sangat menyengsarakan petani dan nelayan kita yang sangat membutuhkan Solar subsidi untuk produktivitas mereka," pungkas Taufik.

Baca Juga: Sehari, Tolitoli Diguncang 9 Kali Gempa Bumi, Magnitudo Terbesar 5.6 Skala Richter Picu Kepanikan Warga

Untuk diketahui, Konflik di Timur Tengah mengganggu jalur distribusi minyak dunia, yang merupakan bahan dasar industri petrokimia (plastik).

Sehingga dampak yang dirasakan adalah, biaya kemasan bagi pelaku UMKM kuliner ikut meningkat, yang berpotensi menggerus margin keuntungan atau memaksa penyesuaian harga jual produk. Selain itu, Indonesia juga masih mengimpor mayoritas biji plastik, sehingga harga domestik sangat sensitif terhadap fluktuasi kurs dolar dan harga minyak mentah global.

Taufik mengaku khawatir akan dampak serius dari gejolak ekonomi global serta lonjakan harga bahan baku plastik yang kini mencekik para petani lokal. Salah satu item yang paling terdampak adalah karung plastik, yang merupakan kebutuhan vital petani saat masa panen padi saat ini di Tolitoli.

Baca Juga:  DPRD Sulteng Melakukan Investigasi Menindaklanjuti Perkembangan Konflik Agraria di Tolitoli

"Kenaikan harga plastik ini bukan main-main, dampaknya sangat terasa bagi petani kita di Tolitoli. Harga karung sekarang ikut meroket. Ini tentu menjadi beban tambahan yang sangat berat bagi petani yang sedang berjuang meningkatkan produktivitas," tegas Taufik.

Menurutnya, kenaikan harga karung ini terjadi di saat para petani juga harus menghadapi tantangan biaya operasional lainnya.

Jika harga input pertanian seperti karung terus membubung tanpa ada intervensi atau solusi, maka margin keuntungan petani akan semakin tergerus, yang pada akhirnya mengancam kesejahteraan mereka.

Baca Juga: Kejari Tolitoli Musnahkan Sabu Rp 93 Juta

Ia juga mengaitkan kondisi ini dengan pentingnya efisiensi dan pengawasan distribusi bantuan atau subsidi di sektor pertanian agar tepat sasaran.

Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait terus memantau stabilitas harga kebutuhan sarana produksi pertanian (saprodi) di pasar agar kenaikan harga plastik tidak semakin membebani masyarakat bawah, terutama para petani di pelosok Tolitoli. 

Untuk diketahui, di Indonesia harga karung plastik saat ini untuk ukuran 25 kg (45x75 cm) eceran Rp 2.000 – Rp 3.500 per lembar (sebelumnya di kisaran Rp 1.200 – Rp 1.500). Sedangkan Grosir (1 Ball/1000 lbr) Rp 2.100.000 – Rp 2.450.000. Lalu untuk ukuran 50 kg (56x90 cm / 60x100 cm) harga eceran Rp 3.800 – Rp 5.500 per lembar. Dan Grosir (per 50 lbr): Rp150.000 – Rp 175.000.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Menanggapi informasi kenaikan BBM #Itu info hoaks #Dampak serius dari gejolak ekonomi