Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

453 Warga Morowali Utara Nikmati Program Berani Sehat

Ilham Nusi • Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB
MENGHADIRI: Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Ketua DPRD Morowali Utara Hj. Warda Dg. Mamala di Lapangan Morokoa, Kolonodale, Kamis (9/4/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)
MENGHADIRI: Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Ketua DPRD Morowali Utara Hj. Warda Dg. Mamala di Lapangan Morokoa, Kolonodale, Kamis (9/4/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)

RADARA PALU - Sebanyak 453 warga Kabupaten Morowali Utara (Morut) telah merasakan manfaat program Berani Sehat yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid. 

Program ini secara khusus membantu masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan atau memiliki kendala dalam pembiayaan pengobatan.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang digelar Ketua DPRD Morowali Utara, Warda Dg Mamala, di Kolonodale, Jumat (9/4/2026).

Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-58 Guru Tua di Morut, Warda Mamala Dorong Pembangunan Alkhairaat

"Saya ingin melaporkan tugas saya selama menjadi gubernur. Salah satunya program Berani Sehat yang langsung menyentuh masyarakat," ujar Anwar Hafid.

Anwar menjelaskan, program Berani Sehat hadir untuk menanggung biaya pengobatan warga yang tidak memiliki BPJS, mengalami tunggakan iuran, atau menderita penyakit yang tidak ditanggung BPJS.

"Berani Sehat ini mengobati masyarakat yang tidak punya jaminan kesehatan, BPJS-nya menunggak, atau penyakitnya tidak ditanggung BPJS. Itu semua ditanggung oleh pemerintah provinsi," tegasnya.

Baca Juga: Fraksi Indonesia Sejahtera Soroti Akses Keadilan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Empat Raperda Morut 2026

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, sebanyak 453 warga Morowali Utara telah dibantu melalui program tersebut.

"Di Morowali Utara, ada 453 orang yang kami bayarkan pengobatannya karena tidak punya BPJS atau kendala lainnya," ungkapnya.

Gubernur juga mencontohkan sejumlah kondisi medis yang tidak ditanggung BPJS, seperti kecelakaan tunggal maupun kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca Juga: Dukung Empat Ranperda Morut, Ketua Fraksi Hanura Bangkit Berjuang Ingatkan Kemandirian Fiskal Daerah

"Misalnya kecelakaan tunggal atau kasus tertentu seperti KDRT, itu tidak ditanggung BPJS. Siapa yang tanggung? Gubernur melalui program Berani Sehat," katanya.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Gubernur membuka akses pengaduan melalui layanan Halo Gubernur yang aktif selama 24 jam.

Masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau laporan melalui WhatsApp di nomor 0811-1666-2222.

Baca Juga: Pemkab Morut Siapkan Rp2,7 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026

"Silakan lapor kalau ada masalah, termasuk soal layanan kesehatan. Petugas kami siap melayani 24 jam,"  katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim, Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng Muhammad Safri, serta Wakil Bupati Morowali Utara Djira Kendjo.(***)

Acara Halal Bihalal tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Morowali Utara dan ribuan masyarakat yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Manfaat berani sehat #Warga Morowali Utara #Kendala pembiayaan pengobatan #Ditanggung pemerintah provinsi