Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pasangan Suami Istri Wafat Berselang Jam, Warga Desa Bugis Berduka Mendalam

Rahmad Fadhil • Senin, 13 April 2026 | 15:36 WIB
DUKA MENDALAM: Suasana rumah duka di Desa Bugis, Sabtu (11/4/2026), dipadati warga yang datang melayat pasangan suami istri Muhammadong Hi. Baginda Kaseng dan Hayati.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).
DUKA MENDALAM: Suasana rumah duka di Desa Bugis, Sabtu (11/4/2026), dipadati warga yang datang melayat pasangan suami istri Muhammadong Hi. Baginda Kaseng dan Hayati.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).

RADAR PALU – Kisah haru sekaligus langka terjadi di Desa Bugis. Sepasang suami istri, Muhammadong Hi. Baginda Kaseng (Om Dong) dan istrinya, Hayati (Tante Tin), wafat dalam selang waktu yang sangat singkat, Jumat hingga Sabtu (10–11 April 2026).

Muhammadong lebih dulu menghembuskan napas terakhir pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 17.20 Wita. Duka mendalam menyelimuti keluarga dan warga sekitar. Namun tak disangka, hanya beberapa jam kemudian, sang istri Hayati menyusul kepergian suaminya.

Peristiwa mengharukan itu terjadi saat jenazah Muhammadong tengah dipersiapkan untuk dimandikan. Di tengah suasana duka, Hayati tiba-tiba jatuh pingsan. Setelah mendapat penanganan, ia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 10.05 Wita.

Baca Juga: Antrean Truk Mengular, Pemkab Parimo Dorong Forum Lalu Lintas Cari Solusi Terpadu

Kisah ini sontak mengundang haru warga setempat. Banyak yang menyebut hubungan keduanya sebagai gambaran nyata cinta sejati “sehidup semati”. Ungkapan duka dan doa pun mengalir dari masyarakat, yang turut menyaksikan betapa eratnya ikatan pasangan tersebut semasa hidup.

Jenazah keduanya dijadwalkan dimakamkan pada Sabtu (11/4/2026) pukul 16.00 Wita. Rumah duka berada di depan Masjid Al Muhajirin, Desa Bugis.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan ketentuan Ilahi bahwa setiap kehidupan memiliki batas waktu yang tidak bisa dimajukan maupun ditunda. Namun di balik itu, kisah Muhammadong dan Hayati meninggalkan jejak mendalam tentang kesetiaan dan cinta yang melampaui batas kehidupan.

Baca Juga: Diduga Bocor Halus, Razia Tambang Ilegal Polda Sulteng Kembali Nihil Aktivitas

Warga menyebut, kisah ini mungkin jarang terjadi, bahkan dalam hitungan puluhan hingga ratusan tahun, namun nyata terjadi di tengah kehidupan mereka menjadi cerita yang akan terus dikenang di Desa Bugis.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kisah haru dan langka terjadi #Meninggal dunia nyaris bersamaan #Eratnya ikatan pasangan #Warga Parigi Moutong