RADAR PALU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulawesi Tengah menggelar final Lomba Inovasi Daerah Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) 2026, Minggu (12/4/2026), sebagai bagian rangkaian HUT ke-62 Sulteng.
Kepala BRIDA Sulteng, Christina Shandra Tobondo, menegaskan tahap ini merupakan puncak seleksi setelah peserta melewati administrasi hingga penilaian indikator kematangan inovasi (IGA).
“Finalis yang tampil hari ini adalah yang terbaik. Mereka mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan inovasi di hadapan dewan juri,” kata Christina dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng–BRIDA Bahas Kerja Sama KI Daerah
Juri berasal dari akademisi dan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah. Penilaian fokus pada orisinalitas, kebaruan, manfaat bagi masyarakat, potensi replikasi, serta pemanfaatan sumber daya lokal berkelanjutan.
Model penilaian ini menjadi standar penting agar inovasi tak sekadar ide, tapi siap diterapkan di lapangan.
Christina menyebut lomba TTG 2026 bukan sekadar kompetisi, tapi ruang strategis untuk melahirkan solusi konkret.
“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah menjaring ide kreatif masyarakat yang bisa mendorong kemandirian, khususnya sektor pangan dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Inovasi berbasis masyarakat dinilai krusial di tengah dorongan nasional memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan pangan.
Baca Juga: Koffie Madjoe Jaya Palu, Kafe Vintage dengan Konsep Unik
BRIDA Sulteng juga membidik dampak lebih luas. Hasil inovasi diharapkan berkontribusi pada peningkatan Indeks Inovasi Daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional.
“Harapannya, inovasi tidak berhenti di lomba, tapi bisa diimplementasikan dan memberi manfaat luas,” tegas Christina.***
Editor : Muhammad Awaludin