Toleransi Jadi Warisan Luhur, FKUB Sulteng Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Usia ke-62

Talib • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 09:11 WIB
Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai benteng menjaga toleransi dan kedamaian.
Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai benteng menjaga toleransi dan kedamaian.

RADAR PALU — Momentum Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah dimaknai sebagai refleksi penting atas perjalanan panjang menjaga kerukunan di tengah keberagaman. 

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof Dr KH Zainal Abidin MAg, menegaskan bahwa toleransi merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam keterangannya kepada Jawa Pos Radar Palu, Minggu (12/4), Prof Zainal menyampaikan rasa syukur atas kondisi damai yang hingga kini masih terjaga di Bumi Tadulako.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Idul Adha Padati Lapangan Vatulemo, Prof Zainal Tekankan Toleransi, Solidaritas dan Persaudaraan Dalam Khutbahnya

 
Rais Syuriah PBNU itu menilai, capaian tersebut tidak terlepas dari kesadaran kolektif masyarakat yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan di tengah perbedaan.

“Enam puluh dua tahun bukan perjalanan singkat. Kita pernah melalui berbagai ujian, termasuk konflik besar. Namun hari ini kita tetap berdiri bersama, itu bukti bahwa toleransi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, praktik toleransi di Sulteng tidak bersifat formalitas, melainkan tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga: Menghormati Perbedaan, Memantapkan Persatuan Dan Toleransi Dalam Kebhinekaan

Hal ini tercermin dari hubungan harmonis antarwarga di berbagai daerah seperti Palu, Poso, Tentena, Luwuk hingga Tolitoli.

FKUB Sulteng, lanjut dia, terus mendorong dialog antarumat beragama sebagai langkah preventif dalam mencegah konflik. 

Pendekatan musyawarah dan komunikasi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai potensi gesekan di masyarakat.

Baca Juga: Toleransi Idulfitri di Bitung Viral, Pemuda Kristiani Bantu Amankan dan Bersihkan Lokasi Salat Ied

Ia juga menekankan pentingnya kearifan lokal seperti “mosintuwu” yang mengandung nilai kebersamaan dan persatuan. 

Nilai tersebut dinilai relevan dalam memperkuat fondasi kerukunan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Dalam peringatan HUT ke-62 ini, FKUB menyampaikan tiga pesan utama. 
Pertama, menjaga toleransi sebagai amanah leluhur.

Kedua, memaknai perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan. 
Ketiga, memperkuat peran seluruh elemen masyarakat dalam merawat harmoni sosial.

Baca Juga: Jaga Toleransi, FKUB Sulteng Ajak Masyarakat Hormati Nyepi dan Malam Takbiran

Selain itu, Prof Zainal yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PBNU Pusat aktif melakukan sosialisasi moderasi beragama.

 Upaya ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai potensi konflik berbasis identitas.

“Kerukunan bukan tanggung jawab satu pihak. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi dan Moderasi, Kakanwil Kemenag Sulteng Gelar Kunjungan Perdana di Poso

Ia pun mengapresiasi peran pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, serta generasi muda yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian di Sulawesi Tengah.

Menutup pernyataannya, ia berharap Sulawesi Tengah terus menjadi contoh nasional dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Satu hati, satu tekad — Sulteng damai dan Sulteng nambaso,” demikian tegas Prof Zainal Abidin. ***

Editor : Talib
toleransi sulteng fkub kerukunan moderasi agama