RADAR PALU -Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Touna, Sigit Labolong mewakili Bupati menghadiri kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan bagian dari agenda pengawasan pasca bencana di daerah, Kamis (9/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Polibu Lantai III Kantor Gubernur Sulawesi Tengah ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Renny Lamadjido, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana, M.Si.
Kemudian, ada Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo Said beserta anggota, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, serta BPBD kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Ketua Komisi I DPRD Sulteng Hadiri Rakor Kemenpolhukam
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penyerahan dukungan logistik dan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan diberikan dalam rangka siaga darurat bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Adapun bantuan yang diterima Kabupaten Touna meliputi 100 paket sembako, 1 unit tenda pengungsi, 5 unit chainsaw, serta 1 set perahu karet beserta mesin, dengan total nilai mencapai Rp361.483.000.
Kepala BPBD Touna, Sigit Labolong, kepada RRI menyampaikan terima kasih kepada BPBD Provinsi Sulawesi Tengah atas fasilitasi kegiatan tersebut, serta kepada pemerintah pusat melalui BNPB atas bantuan yang diberikan.
Baca Juga: Lampu Jalan Gelap Disorot di Paripurna, DPRD Parimo Tagih Janji Pemkab
Dukungan tersebut menjadi penguatan nyata bagi daerah dalam menghadapi potensi bencana yang semakin kompleks.
“Terima kasih kepada BPBD Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan baik, sehingga pemerintah daerah dapat mengikuti langsung agenda pengawasan pasca bencana bersama Komisi VIII DPR RI,"ucap Sigit.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB atas bantuan yang diberikan kepada Kabupaten Touna.
Bantuan ini bukan hanya sekadar dukungan logistik dan peralatan, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana, ucapnya.
Ia katakan, bantuan yang diterima tidak hanya digunakan dalam situasi tanggap darurat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan jangka panjang.
Hal ini penting mengingat karakteristik wilayah Tojo Una-Una yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi, baik di kawasan pesisir maupun perbukitan,"ujarnya.
Ia juga menegaskan, sesuai arahan Bupati Touna, seluruh perangkat daerah, khususnya BPBD sebagai leading sector, dituntut untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan secara menyeluruh.
Mulai dari kesiapan peralatan, penguatan sumber daya manusia, hingga dukungan anggaran harus terus diperhatikan, agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,"tegasnya
Pemkab Touna menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana serta meminimalkan risiko yang ditimbulkan,"tandasnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin