Wabup Tanam Pohon di Bantaran Sungai, Tekankan Mitigasi dan Kesadaran Lingkungan

Rahmad Fadhil • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 10:52 WIB
HIJAU: Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, memimpin aksi tanam pohon di bantaran sungai Desa Tanahlanto, Kecamatan Torue, Kamis (9/4/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).
HIJAU: Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, memimpin aksi tanam pohon di bantaran sungai Desa Tanahlanto, Kecamatan Torue, Kamis (9/4/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).

RADAR PALU – Upaya memperkuat ketahanan lingkungan terus didorong Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Salah satunya melalui aksi tanam pohon yang dipimpin Wakil Bupati, H. Abdul Sahid, di bantaran sungai Desa Tanahlanto, Kecamatan Torue, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-24 Kabupaten Parigi Moutong, tetapi juga dikaitkan dengan momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026.

Pemerintah mencoba mengintegrasikan agenda seremonial daerah dengan isu strategis, yakni mitigasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana.

Baca Juga: Hadiah HUT Sulteng ke 63: Kehadiran PSN PLTA Sigi dan NEPIE Parimo, Akan Memberi Dampak Percepatan Realisasi Sembilan Berani

Sejumlah pihak dilibatkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yayasan Merah Putih, serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu Poso yang menyediakan bibit tanaman.

Dalam arahannya, Abdul Sahid menekankan bahwa kondisi lingkungan saat ini tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan jangka panjang semata. Ia menyebut gejala perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem dan kekeringan di sejumlah wilayah, mulai menjadi ancaman nyata.

“Ini bukan lagi isu global yang jauh dari kita. Dampaknya sudah dirasakan di daerah. Karena itu, perlu langkah konkret dan kolaboratif,” tegasnya.

Baca Juga: Lampu Jalan Gelap Disorot di Paripurna, DPRD Parimo Tagih Janji Pemkab

Menurutnya, penanaman pohon merupakan salah satu pendekatan sederhana namun memiliki dampak ekologis yang besar jika dilakukan secara berkelanjutan.

Vegetasi di kawasan bantaran sungai dinilai berperan penting dalam menjaga kestabilan tanah, menekan laju erosi, serta meningkatkan kapasitas resapan air.

Selain itu, penghijauan juga dinilai mampu menjadi benteng alami dalam mengurangi potensi banjir dan longsor, khususnya di wilayah-wilayah yang mulai mengalami tekanan lingkungan akibat perubahan tata guna lahan.

Baca Juga: Bupati Parimo Jemput Peluang Nasional, SDM Transportasi Jadi Mesin Akselerasi 

Meski demikian, Wabup mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada kegiatan penanaman.

Ia menekankan pentingnya perawatan dan pengawasan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal.

“Menanam itu awal. Yang paling penting adalah menjaga dan memastikan pohon ini hidup,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Parimo Perkuat Mitigasi, Gelar Bimtek Karhutla Libatkan Multi Pihak Atasi Kebakaran Hutan

Ajakan juga ditujukan kepada masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, termasuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya pelestarian alam.

Pemerintah daerah berharap, aksi ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat di tingkat desa.

Penanaman dilakukan di sepanjang bantaran sungai Desa Tanahlanto yang dinilai strategis sebagai kawasan penyangga ekosistem daerah aliran sungai.

Baca Juga: Walk Out di Paripurna LKPJ 2025, DPRD Parimo : Penghargaan Nihil, Soliditas Internal Dipertanyakan

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis wilayah tersebut sekaligus mengurangi potensi kerusakan lingkungan di masa mendatang.

Dengan mengusung tema mitigasi dan kesiapsiagaan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan daerah menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian dinamis.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Kondisi lingkungan Menanam pohon Menjaga kestabilan tanah Pentingnya perawatan tanaman