Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pegadaian Dorong Investasi Emas untuk Tekan Stunting di Sulteng

Magang Radar Palu • Kamis, 9 April 2026 | 20:30 WIB
Launching aplikasi “Berani Depak Stunting” yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) bekerja sama dengan Universitas Tadulako (Untad) dan turut melibatkan Pegadaian, Kamis (9/4/2026).(MOH FATHAHILA)
Launching aplikasi “Berani Depak Stunting” yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) bekerja sama dengan Universitas Tadulako (Untad) dan turut melibatkan Pegadaian, Kamis (9/4/2026).(MOH FATHAHILA)

RADARPALU - Peran sektor keuangan dalam upaya menekan angka stunting di Sulawesi Tengah terus diperkuat.

Hal ini terlihat dalam agenda launching aplikasi “Berani Depak Stunting” yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) bekerja sama dengan Universitas Tadulako (Untad), Kamis (9/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pegadaian turut ambil bagian dengan memberikan sosialisasi program “Keluarga Emas”.

Baca Juga: Tiga Bulan 96 Kasus Kebakaran di Palu, Mantikulore Jadi Wilayah Tertinggi

Program ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian di Sulawesi Tengah.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Sulteng, Putra Aspin Rahmatullah, menjelaskan bahwa kehadiran Pegadaian bukan hanya sebagai pendukung kegiatan, tetapi menjadi bagian dari solusi konkret dalam mengatasi akar persoalan stunting, khususnya dari sisi ekonomi keluarga.

“Stunting itu umumnya terjadi karena kekurangan gizi dan keterbatasan fasilitas sejak anak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dan salah satu faktor utama dari keterbatasan itu adalah kondisi keuangan keluarga,” jelasnya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perketat Edukasi, SPBU Tolak Pertalite Tak Sesuai Data

Ia menambahkan, melalui program Keluarga Emas, Pegadaian mendorong masyarakat, khususnya para kepala keluarga, untuk mulai mengelola keuangan sejak dini melalui investasi emas yang terjangkau.

“Dengan investasi emas, keluarga memiliki cadangan keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penting, termasuk pemenuhan gizi anak. Ini langkah preventif agar risiko stunting bisa ditekan,” ujarnya.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sejak September 2025 antara Pegadaian dan pemerintah daerah.

 

Putra menyebutkan, pihaknya menargetkan setiap kepala keluarga di Sulawesi Tengah dapat mulai berani berinvestasi emas minimal dua gram, dengan skema cicilan yang dinilai ringan dan realistis, terutama bagi kalangan ASN.

“Kami berharap, dengan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi emas sejak dini, ketahanan ekonomi keluarga bisa lebih kuat. Sehingga kebutuhan dasar anak, terutama asupan gizi, dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung akar persoalan di tingkat keluarga.(mg2)

Editor : Mugni Supardi
#investasi emas keluarga #Pegadaian Sulteng #stunting Sulawesi Tengah #cegah stunting #Program Keluarga Emas