Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gubernur Anwar Hafid Ajak Warga Morowali Utara Hidup Berkah Lewat Sedekah dan Haul Guru Tua

Ilham Nusi • Kamis, 9 April 2026 | 17:20 WIB
ANTUSIAS: Masyarakat antusias menyambut kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid dalam acara Halal Bihalal yang digelar Ketua DPRD Morowali Utara Hj. Warda Dg. Mamala di Lapangan Morokoa, Kolonodale, Kamis (9/4/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)
ANTUSIAS: Masyarakat antusias menyambut kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid dalam acara Halal Bihalal yang digelar Ketua DPRD Morowali Utara Hj. Warda Dg. Mamala di Lapangan Morokoa, Kolonodale, Kamis (9/4/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)

RADAR PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, menyampaikan rasa rindu mendalam kepada masyarakat Kabupaten Morowali Utara saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Ketua DPRD Morowali Utara, Hj. Warda Dg Mamala, Kamis (9/4/2026).

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kehadirannya di Morowali Utara merupakan wujud kecintaan dan kerinduannya kepada masyarakat setempat.

Ia bahkan menceritakan perjalanan padatnya, mulai dari Jakarta menuju Bali, kemudian langsung bertolak ke Morowali Utara tanpa istirahat panjang. Semua itu dilakukan demi bisa hadir di tengah masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Morut Siapkan Rp2,7 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026

"Kalau rindu, jangankan naik pesawat, gunung akan kudaki, lautan akan kuseberangi demi rinduku padamu," ungkap Anwar Hafid.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga mengumumkan rencana pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri yang untuk pertama kalinya akan digelar di Morowali Utara pada 12 April 2026.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Warda Mamala, yang sebelumnya telah berkonsultasi dengan Komda Alkhairaat dan gubernur. 

Baca Juga: Kasus Penjualan Tanah Desa Tamainusi Seret Nama Sejumlah Pejabat, Laporannya Mandek di Polres Morut

Anwar Hafid menyambut baik gagasan tersebut dan menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai keberkahan dari sosok Guru Tua.

Menurutnya, Guru Tua adalah sosok ulama besar yang memiliki keberkahan tinggi. Ia meyakini bahwa siapa pun yang mencintai dan mengenang Guru Tua akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.

"Saya sesibuk apa pun, kalau haul Guru Tua pasti saya usahakan hadir,"  tegasnya.

Baca Juga: Lewati Dua Kali Penambahan Waktu, Proyek Rp22,5 M Kejari Morut Belum Juga Rampung

Ia juga berharap kegiatan haul ini akan berlangsung meriah dan dihadiri oleh pengurus pusat Alkhairaat, termasuk Ketua Utama dan Ketua Umum PB Alkhairaat, setelah sebelumnya menghadiri haul Guru Tua di Wosu, Morowali.

Gubernur turut memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang hadir, termasuk Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah H. M. Arus Abdul Karim, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta panitia kegiatan.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Warda Mamala sebagai penggagas kegiatan, seraya mendoakan kesehatan, kelancaran rezeki, dan peningkatan derajatnya.

Baca Juga: Pemkab Morut Percepat Penanganan Kemiskinan dan Stunting Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Selain itu, ia menyinggung kehadiran Ustazah Angelina Sondag yang akan memberikan ceramah, serta mengungkapkan kebahagiaannya dapat kembali bertemu setelah sekian lama.

Dalam bagian inti sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan pesan keagamaan yang mendalam kepada masyarakat. 

Ia mengutip ayat Al-Qur’an yang mengajak umat untuk bersegera memohon ampunan kepada Allah dan meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Baca Juga: Pawai Takbir Keleliling Morut Sukses Digelar

Ia menjelaskan tiga amalan utama yang menjadi kunci meraih keberkahan hidup.

Gubernur menekankan pentingnya bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Menurutnya, sedekah tidak harus menunggu kaya.

Ia mencontohkan teladan Nabi Muhammad SAW yang selalu memberi apa yang dimiliki, bahkan ketika hanya memiliki sedikit.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Turun, Morut Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sulteng

"Matematika Allah berbeda dengan manusia. Dua dikurangi satu menurut kita tinggal satu, tapi menurut Allah bisa berlipat sampai 70 kali," jelasnya.

Anwar lantas mengingatkan bahwa salah satu ciri orang yang diridai Allah adalah mampu menahan amarah, terutama di era media sosial yang penuh provokasi.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan emosi menjadi sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial.

Baca Juga: Dua Proyek Jembatan Morut Disorot, DPUPRKPD Pastikan Pembangunan Berlanjut

Amalan ketiga, kata Anwar Hafid, adalah memaafkan kesalahan orang lain. Ia menegaskan bahwa orang yang mudah memaafkan akan mendapatkan kecintaan dari Allah.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Rindu mendalam #Kehadiran di Morowali Utara #Nilai-nilai keberkahan #Halal Bihalal