Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Morut Siapkan Rp2,7 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026

Ilham Nusi • Rabu, 8 April 2026 | 20:55 WIB
BIMTEK: Dinas PMD Morut menggelar bimtek, menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Selasa (7/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
BIMTEK: Dinas PMD Morut menggelar bimtek, menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Selasa (7/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara (Utara), tengah mempersiapkan pemilihan 52 Kepala Desa dengan anggaran Rp2,7 miliar. Pilkades ini berlangsung serentak pada 22 Juli 2026 bersama dua desa lainnya dengan anggaran mandiri.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morut, Delfia Parenta, menyebut anggaran Pilkades serantak Morut 2026 telah siap dikucurkan.

"Anggaran Rp2,7 miliar sudah disiapkan untuk pelaksanaan Pilkades 52 desa di wilayah Morowali Utara," ujar Delfia kepada Radar Palu, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Untuk Kali Pertama Haul Guru Tua di Morut, Digagas untuk Hormati Ulama dan Satukan Umat

Anggaran tersebut kemudian dibagi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebesar Rp2,39 miliar, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebanyak Rp315,9 juta.

"Jadi anggarannya terpisah, untuk dana pengamanan melekat di Kesbangpol," imbuh Delfia.

Terpisah, Kepala Dinas PMD Morut Andi Parenrengi menjelaskan alasan pembiayaan Pilkades serentak hanya berlaku untuk 52 desa, meski secara keseluruhan terdapat 54 desa yang menggelarnya.

Baca Juga: Kasus Penjualan Tanah Desa Tamainusi Seret Nama Sejumlah Pejabat, Laporannya Mandek di Polres Morut

Berdasarkan ketentuan, 52 kepala desa berakhir masa jabatannya pada tahun ini. Sedangkan dua desa lainnya yakni Peleru di Kecamatan Mori Utara dan Bimor Jaya di Kecamatan Petasia Timur mengalami kekosongan jabatan.

"Untuk Peleru kepala desanya mengundurkan diri, sementara Bimor Jaya kadesnya tersandung kasus hukum," kata Andi. 

Penggantian Antar Waktu (PAW) dua kades tersebut, lanjut Andi, pemilihannya dilaksanakan serentak di 22 Juli mendatang. Masing-masing desa menyiapkan anggaran sendiri melalui APBDes sekira Rp20 juta.

Baca Juga: Dua Tahun Laporan Penjualan Tanah Desa Tamainusi Mandek Polres Morut, Akan Dilaporkan ke Polda Sulteng

"Artinya, mereka bisa mengikuti Pilkades serentak dengan ketentuan menggunakan biaya mandiri," jelasnya.

Sembari menunggu kades definitif melalui pemilihan PAW, pemerintah daerah telah menunjuk dua orang staf kecamatan untuk bertugas sebagai Pj Kades.

Lebih rinci Andi menguraikan, anggaran Rp2,39 miliar digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan logistik, antara lain pengadaan 400 bilik suara.

Baca Juga: Pemkab Morut Percepat Penanganan Kemiskinan dan Stunting Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Sementara untuk anggaran cetak surat suara belum final karena masih menunggu penetapan DPT masing-masing desa. Namun berdasarkan data terakhir dari KPU dan Dukcapil sekurangya dibutuhkan 54 ribu lembar surat suara.

Sumber anggaran yang sama juga digunakan untuk operasional pelaksanaan Pilkades serentak. Mulai dari honor panitia pelaksana tingkat desa dan kabupaten hingga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh sebaran Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Selama empat bulan panitia Pilkades tingkat desa dan kabupaten diberikan honor. Untuk petugas KPPS diberikan usai pemungutan suara," tandasnya.

Baca Juga: Pawai Takbir Keleliling Morut Sukses Digelar

Selain itu, Dinas PMD menggunakan anggaran ini untuk bimbingan teknis (Bimtek) yang menyasar para camat, kepala desa, dan panitia pemilihan tingkat desa yang akan menggelar Pilkades serentak seperti yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Selasa (7/4/2026). 

Kepala Badan Kesbangpol Morut, Defridas Sabola, dikonfirmasi terpisah menyebut dana hibah pengamanan Pilkades 2026 sebesar Rp315,9 juta.

Dana itu selanjutnya dibagikan ke institusi Polri sebanyak Rp243 juta dan sisanya untuk TNI Rp72,9 juta.

Baca Juga: Lewati Dua Kali Penambahan Waktu, Proyek Rp22,5 M Kejari Morut Belum Juga Rampung

"Dana hibah pengamanan Pilkades serentak 2026 sudah siap. Besarannya sesuai yang dialokasikan tersebut," sebut Defridas.

Untuk diketahui, selain dua desa di atas, 52 desa lainnya yang menggelar Pilkades serentak 2026 di wilayah Morut tersebar di sembilan kecamatan.

Di Kecamatan Petasia yakni Desa Ganda-Ganda, Koya, Gililana, Tanauge, Korololaki, dan Korololama. Sementara di Kecamatan Petasia Timur yaitu Desa Bunta, Tompira, Mohoni, Molino, Ungkea, dan Keuno.

Baca Juga: THR ASN Morut 2026 Akhirnya Cair, Pemda Sampai Tunda Anggaran Kegiatan Lain

Kemudian Desa Tiu, Togo Mulya, Moleono, dan Onepute di Kecamatan Petasia Barat. Desa Baturube, Opo, Tokonanaka, Matube, dan Tokala Atas di Kecamatan Bungku Utara, serta Desa Girimulya dan Winangabino di Kecamatan Mamosalato.

Selanjutnya empat desa di Kecamatan Soyo Jaya yaitu Tambayoli, Panca Makmur, Tamainusi, dan Tandoyondo. Lanjut, Desa Baturube, Opo, Tokonanaka, Matube, dan Tokala Atas di Kecamatan Bungku Utara.

Berikutnya, Desa Dolupo Karya, Po'ona, Pontangoa, Jamor Jaya, Paawaru, dan Lembobelala di Kecamatan Lembo Raya serta Desa Taende, Ensa, Kolaka, Peonea, Lanumor, Tomui Karya, Saemba Walati, dan Pambarea wilayah Kecamatan Mori Atas.

Baca Juga: Korupsi Lampu Jalan Rp1,5 Miliar di Morut, Penyidik Tetapkan Tersangka Baru

Sementara untuk Kecamatan Lembo merupakan wilayah terbanyak menyelenggarakan Pilkades masing-masing di Desa Beteleme, Uluanso, Mora, Waraa, Tingkeao, Wawopada, Tinompo, Korompeeli, Lemboroma, Lembobaru, dan Korobonde.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Morut mempersiapkan Pilkades #Pilkades serentak #Anggaran cetak suara #Panitia Pilkades diberi honorer