RADAR PALU - Upaya percepatan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tojo Unauna (Touna), terus menunjukkan progres.
Bupati Touna, Ilham Lawidu, turun langsung ke lapangan meninjau kesiapan bibit serta alat berat yang akan digunakan dalam proses pembukaan dan pengolahan lahan, Sabtu (4/4/2026).
Peninjauan dilakukan di Mess Sumoli, lokasi penyimpanan alat berat sebanyak 22 unit alat berat telah disiapkan untuk mendukung percepatan pengerjaan lahan, mulai dari pembukaan hingga pengolahan tanah.
Baca Juga: Respon Kebijakan Pusat, Pemda Touna Siapkan Skema WFH ASN
Selain itu, Bupati juga meninjau ketersediaan bibit kelapa sawit yang ditempatkan di Jalur 2 Pasar, pada lahan milik pemerintah daerah jumlah bibit yang disiapkan cukup signifikan, dengan rincian 48 ribu sementara pembibitan diwilayah Ampana, 30 ribu pembibitan di desa Lemoro, dan 20 ribu sementara pembibitan Di desa Wanasari.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ilham Lawidu menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan agar program dapat berjalan lancar.
" Kita siapkan semua dari awal, bibit dan alatnya. Supaya kerja di lapangan cepat jalan dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Bibit sudah ada, alat juga sudah siap. Tinggal kita kerja bersama supaya ini berhasil, ” ujar Bupati.
Baca Juga: Pemkab Touna Dukung Perlindungan Lahan Sawah Produktif
Menurut Bupati, pemerintah daerah juga bersama pihak perusahaan berkomitmen untuk melibatkan masyarakat lokal Touna dalam pelaksanaan program perkebunan kelapa sawit, sehingga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengatur mekanisme penyaluran bibit kepada masyarakat. Nantinya, bibit kelapa sawit tersebut akan didistribusikan baik melalui kelompok tani maupun secara individu.
Namun demikian, sebelum penyaluran dilakukan, tetap akan dilaksanakan proses survei dan verifikasi di lapangan.
Baca Juga: BMKG Ungkap Pemicu Banjir Touna, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
"Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penerima benar-benar memenuhi kriteria, memiliki kesiapan lahan, serta mampu mengelola bibit secara optimal, sehingga program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat," jelasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi pengembangan sektor perkebunan yang berkelanjutan, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Tojo Unauna,"harapnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin