ATS Sulteng Turun, Disdik Kejar Data Valid Siswa

Ade Safitri • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 15:17 WIB
Pentingnya validasi data ATS dalam menentukan kebijakan. (Ilustrasi)
Pentingnya validasi data ATS dalam menentukan kebijakan. (Ilustrasi)

RADAR PALU - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) yang sempat mencapai 13 ribu jiwa. Per Rabu (8/4/2026), data terbaru menunjukkan ATS jenjang SMP turun hingga di bawah 1.000.

Kepala Disdik Sulteng, Firmanza, menegaskan angka ATS bersifat dinamis. Sebagian anak disebut sudah lulus atau kembali aktif bersekolah.

Karena itu, Disdik kini fokus pada validasi data berbasis by name by address agar intervensi tepat sasaran.

"Saya sudah perintahkan semuanya untuk cari data valid. Kalau sudah ada, kita intervensi sesuai kewenangan," kata Firmanza, Rabu (8/4/2026). 

Baca Juga: PAUD Al Huffadz Palu Resmi Beroperasi, Diharapkan Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Disdik membagi penanganan ATS berdasarkan usia.

Untuk usia produktif sekolah 16–21 tahun, siswa akan didorong kembali ke pendidikan formal.

 "Yang masih usia sekolah, kita kembalikan ke satuan pendidikan sesuai pilihan mereka," jelasnya.

Sementara itu, bagi usia di atas 21 tahun, disiapkan jalur non-formal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), khususnya Paket C.

"Di atas 21 tahun, kita intervensi lewat PKBM. Tanpa batasan umur," tambah Firmanza. 

Baca Juga: Viral! Guru Perbaiki Pintu Sekolah Rusak di Sulteng, Kambing Biasa Masuk Kelas

Hasil penelusuran di lima kecamatan di Kota Palu menunjukkan jumlah ATS jenjang SMA/SMK—yang menjadi kewenangan provinsi—tidak sebesar angka awal. 

Firmanza menekankan pentingnya akurasi data sebelum mengambil kebijakan.

 "Yang penting datanya valid. By name, by address," tegasnya.

Perbaikan data dan intervensi ini dinilai krusial, terutama untuk menekan angka putus sekolah di daerah. Selain berdampak pada kualitas SDM lokal, isu ATS juga berkaitan langsung dengan target pendidikan nasional.

Disdik optimistis, dengan pemetaan yang lebih presisi, angka ATS di Sulteng bisa ditekan signifikan dalam waktu dekat.***

Editor : Muhammad Awaludin
Anak Tidak Sekolah ATS Sulteng pkbm pendidikan Disdik Sulteng