Cabai Rawit Rp81 Ribu di Sulteng, Beras Masih Stabil

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 13:36 WIB
Aktivitas pedagang bawang dan cabai di pasar tradisional Palu saat harga pangan mengalami kenaikan signifikan (ANTARA)
Aktivitas pedagang bawang dan cabai di pasar tradisional Palu saat harga pangan mengalami kenaikan signifikan (ANTARA)
RADAR PALU – Harga cabai rawit di Sulawesi Tengah melonjak hingga Rp81.250 per kilogram per 8 April 2026. Di saat yang sama, harga beras di pasar tradisional masih relatif stabil.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan lonjakan paling tajam terjadi pada cabai rawit merah.

Cabai rawit merah tercatat Rp81.250/kg, disusul cabai rawit hijau Rp78.750/kg. Keduanya naik dibanding hari sebelumnya.

Sementara itu, cabai merah besar berada di Rp33.800/kg dan cabai merah keriting Rp33.150/kg, cenderung stabil.

Untuk beras, tidak ada lonjakan signifikan. Beras kualitas bawah I di Rp14.450/kg dan kualitas bawah II Rp14.700/kg. 

Baca Juga: Harga Bawang Merah Sulawesi Tengah Naik, Cabai Ikut Melonjak

Beras medium I dijual Rp15.000/kg dan medium II Rp15.500/kg. Sementara kualitas super I menyentuh Rp16.250/kg.

Harga bawang merah mencapai Rp53.650/kg dan bawang putih Rp45.000/kg.

Minyak goreng juga naik. Minyak curah Rp17.750/kg, sedangkan minyak kemasan premium Rp23.250/kg.

Gula pasir lokal berada di Rp19.150/kg dan gula premium Rp21.900/kg.

Harga daging sapi masih di kisaran Rp150.000/kg. Daging ayam ras segar Rp38.750/kg. 

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Rp119.400, Tekan Daya Beli

Telur ayam ras tercatat Rp36.950/kg dan belum mengalami perubahan berarti.

Kenaikan harga cabai mulai dirasakan warga. Reny, warga Palu, mengaku beban belanja semakin berat.

“Sekarang sudah mahal semua apa-apa. Rica (cabai) sdh mahal sekali,” ungkap Reny.

Kenaikan harga cabai rawit ikut mendorong tekanan inflasi pangan. Kondisi ini juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Di Sulawesi Tengah, lonjakan harga cabai berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner skala kecil.***

Editor : Muhammad Awaludin
harga cabai PIHPS inflasi pangan Harga pangan Sulteng Harga beras