RADAR PALU - Pernahkah anda merasakan sebuah kemerdekaan di tengah negara kita yang katanya sudah merdeka? Ini pertanyaan klasik.
Oke-lah, kalau kita sudah merdeka. Katanya kita merdeka dan dicetuskan proklamasinya oleh perwakilan bangsa Indonesia Soekarno dan Hatta, pada 17 Agustus 1945. Tapi apakah rakyat Indonesia yang sudah merdeka ini sudah menikmati kemerdekannnya?
Artinya menikmati fasilitas dari negara yang sudah merdeka 81 tahun yang lalu. Benarkah warga negara Indonesia seluruhnya dari Sabang sampai Merauke sudah merasakan kemerdekaannya, menikmati sarana dan prasarana, infrastruktur publik?
Pantauan media ini ternyata belum seluruhnya rakyat Indonesia menikmati kemerdekaan itu, menikmati fasilitas publik yang diperuntukkan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Salah satu contoh yang belum merasakan sepenuhnya kemerdekaan berupa pembangunan adalah rakyat Indonesia yang tinggal di Desa Umu, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Warga Desa Umu, Kecamatan Paleleh, hingga saat ini belum menikmati jalan mulus yang harusnya mereka nikmati. Untuk apa, untuk melancarkan pergi dan pulang mereka beraktifitas sebagai petani, nelayan, maupun profesi yang lain.
Warga Desa Umu terlihat terisolir, dibanding dengan beberapa desa tetangganya. Jauh panggang dari api. Sangat jauh perbedaannya dengan Desa Tolinggula, salah satu desa dari Provinsi Gorontalo yang bertetangga dengan Desa Umu Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah ini.
Mirisnya fasilitas jalan penghubung desa dengan poros jalan utama, sangat terasa. Seolah Desa Umu tidak dianggap bagian dari Republik ini, seperti tidak diperhatikan oleh Provinsi Sulawesi Tengah, tidak diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Buol.
Apalagi pemerintah pusat. Tidak ada kepeduliannya. Padahal ada tujuh anggota DPR RI, dan empat anggota DPD RI, tapi tidak juga mempan melaporkan dan memperjuangkan pembangunan jalan di Desa Umu ini.
Dari tahun ke tahun Desa Umu, dibiarkan menjadi desa terlantar. Meskipun nanti pada saat Pilkada ataupun saat Pemilu legislatif baru ditengok. Itupun hanya bersifat sementara, sekadar dikunjungi berbungkus bagi-bagi sembako. Setelah itu, ditinggalkan. Lalu dilupakan.
Dibiarkan merana dalam sepi. Dibiarkan terbengkalai. Dibiarkan terisolir. Dibiarkan rusak. Dibiarkan becek berlumpur.
“Mana perhatian pemerintah kita. Jalan Desa Umu, Paleleh, Kabupaten Buol sudah rusak berat Boss. Kasihan. Sampai kapan jalan desa yang panjangnya 6,7 kilometer ini dibiarkan merana. Rusak. Becek, dan hancur, “ ujar tokoh masyarakat Paleleh, Dr. Moh. Rizal Masdul, kepada Radar Palu, Jawa Ppos group, Senin (6/4/2026).
Rizal mengaku sangat kecewa dengan kondisi jalan Desa Umu yang bertahun-tahun dibiarkan mengalami kerusakan. Sudah berkali-kali ganti Presiden. Sudah puluhan Gubernur diganti. Sudah beberpa kali Bupati berganti. Tanpa adanya perhatian dari pemerintah. Pihak yang harusnya bertanggungjawab untuk memperbaiki fasilitas negara.
“Mana sudah uang pajak yang diberikan rakyat Desa Umu. Kembalikan dong, dalam bentuk perbaikan jalan. Mana perhatian negara ini? “seru Rizal. Masdul, gerah.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin