RADAR PALU – Pembelajaran berbasis lapangan kembali ditunjukkan mahasiswa asal Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui kegiatan eksplorasi alam yang digelar di kawasan Telaga Tambing, bagian dari Taman Nasional Lore Lindu.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kunjungan, melainkan sarana edukasi langsung untuk memahami kondisi ekosistem alami yang selama ini hanya dipelajari secara teoritis di ruang kelas.
Mahasiswa melakukan observasi terhadap keanekaragaman flora dan fauna, serta mempelajari interaksi lingkungan di kawasan hutan pegunungan.
Baca Juga: Walk Out di Paripurna LKPJ 2025, DPRD Parimo : Penghargaan Nihil, Soliditas Internal Dipertanyakan
Sebagai kawasan konservasi strategis, Taman Nasional Lore Lindu memiliki luas lebih dari 200 ribu hektare dan dikenal sebagai habitat berbagai satwa endemik Sulawesi seperti anoa, babirusa, dan burung maleo.
Selain itu, kawasan ini juga berperan penting sebagai penyangga ekosistem serta menjaga sistem tata air di wilayah sekitarnya.
Sementara itu, Telaga Tambing yang berada di ketinggian sekitar 1.700 mdpl menjadi lokasi utama kegiatan. Danau alami ini dikenal sebagai salah satu lokasi pengamatan burung terbaik di Sulawesi karena menjadi habitat berbagai jenis burung endemik.
Baca Juga: IPR Diduga Disalahgunakan, Tambang Gunakan Banyak Ekskavator: DPRD Parimo Minta Jangan Ada Pembiaran
Ketua rombongan mahasiswa, Suryadi (22), menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang tidak tergantikan.
“Eksplorasi ini sangat penting karena kami bisa melihat langsung kondisi ekosistem di lapangan. Ini berbeda dengan pembelajaran di kelas, karena di sini kami benar-benar memahami bagaimana alam bekerja,” ujar Suryadi, Senin (6/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menjaga kawasan konservasi.
“Kawasan seperti Taman Nasional Lore Lindu adalah aset penting daerah yang harus dijaga. Melalui kegiatan ini, kami sebagai mahasiswa merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam kegiatan berbasis lingkungan serta melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan alam.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin