RADAR PALU – Tradisi syukuran jelang turun garap sawah kembali digelar oleh masyarakat petani di Desa Kotaraya Selatan, Senin (6/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan bendungan desa ini menjadi momen penting yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga sebelum memulai musim tanam.
Dengan nuansa sederhana namun penuh kekhidmatan, warga berkumpul di tepi bendungan sambil membawa berbagai hidangan.
Baca Juga: Pemkab Parigi Moutong Genjot Vaksinasi PMK Gratis, 1.000 Dosis Disiapkan
Mereka duduk bersama, berdoa, dan saling berbagi sebagai simbol rasa syukur serta harapan agar proses tanam hingga panen berjalan lancar dan diberkahi.
Tradisi ini masih terus dijaga oleh masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain sebagai bentuk pendekatan spiritual kepada Sang Pencipta, kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan gotong royong di kalangan petani.
Baca Juga: IPR Diduga Disalahgunakan, Tambang Gunakan Banyak Ekskavator: DPRD Parimo Minta Jangan Ada Pembiaran
Sugito (50), salah satu petani yang turut hadir, menilai bahwa syukuran seperti ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kehidupan petani.
“Ini bukan sekadar tradisi, tapi sudah jadi bagian dari kebiasaan kami. Dengan doa bersama seperti ini, kita merasa lebih siap dan semangat untuk turun ke sawah. Kebersamaan ini juga yang bikin kita saling bantu di lapangan nanti,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan sektor pertanian seperti cuaca yang tidak menentu hingga biaya produksi yang meningkat, kekompakan antarpetani menjadi kekuatan utama untuk bertahan.
“Kalau kita kompak, pekerjaan berat terasa ringan. Harapannya tentu hasil panen ke depan bisa lebih baik dan membawa berkah bagi semua,” tambah Sugito.
Sementara itu, Suardi, petugas lapangan sekaligus penjaga operasi bendung dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cikasda Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, Kantor Pengamat Mepanga turut memberikan tanggapan terkait kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi tradisi syukuran yang masih terjaga di tengah masyarakat, karena dinilai mampu memperkuat semangat kolektif petani dalam mengelola lahan.
Baca Juga: Revolusi Kerja ASN Parimo: WFA-WFH Resmi Jalan, Kinerja Jadi Tolok Ukur
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Selain mempererat kebersamaan, ini juga menjadi momen penting untuk menyatukan semangat sebelum musim tanam dimulai,” kata Suardi.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mendukung sektor pertanian, khususnya melalui peningkatan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi.
“Dinas PU berkomitmen untuk terus memperbaiki dan menjaga infrastruktur irigasi agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi dengan baik. Harapannya, dengan dukungan ini, produktivitas pertanian di Kotaraya Selatan bisa semakin meningkat,” jelasnya.
Baca Juga: BPBD Parimo Petakan Risiko, Siaga Dini Hadapi El Nino 2026
Kegiatan syukuran yang digelar di kawasan bendungan ini juga menambah makna tersendiri, karena menjadi simbol pentingnya sumber air bagi keberlangsungan pertanian masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, para petani di Desa Kotaraya Selatan optimistis menyambut musim tanam sebagai bagian dari perjuangan mereka menjaga ketahanan pangan.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin