Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Penanganan Longsor di Jalan Desa Podi Ampana Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Rony Sandhi • Selasa, 7 April 2026 | 20:24 WIB
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak.(Rony Sandhi/ Radar Palu) 
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak.(Rony Sandhi/ Radar Palu)

RADAR PALU – Ruas jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Ampana dan Poso, tepatnya di Desa Podi, kembali lumpuh akibat longsor yang terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Jumat (3/4/2026). Jalur vital ini memang dikenal rawan longsor dan kejadian serupa disebut bukan hal baru.

Material longsor berupa tanah, pasir, dan bebatuan besar menutup seluruh badan jalan sekitar pukul 17.15 Wita. Akibatnya, arus transportasi antarwilayah sempat terhenti total, dengan kendaraan dari dua arah tertahan hingga proses pembersihan dilakukan.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, membenarkan bahwa titik di Desa Podi merupakan kawasan yang kerap terdampak longsor, terutama saat curah hujan tinggi dengan durasi lama.

Baca Juga: Desa Podi Touna Longsor, Jalan Belum Bisa Dilewati, Alat Berat Bergerak Menuju Lokasi Bencana, TNI-Polri dan SAR Tangani Lokasi

“Jalur itu memang sering sekali terjadi longsor kalau hujan deras dan lama,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Secara geografis, wilayah tersebut berada di kawasan perbukitan yang rentan terhadap pergerakan tanah. Selain itu, ruas jalan juga berada di jalur aliran air, sehingga kerap dilintasi luapan sungai saat terjadi hujan lebat.

Bambang menegaskan, penanganan di lokasi tersebut tidak cukup hanya dengan membersihkan material longsor setiap kali kejadian. Menurutnya, dibutuhkan langkah komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, terutama dalam penanganan daerah aliran sungai serta pengendalian alih fungsi lahan di sekitar kawasan.

Baca Juga: Desa Podi Touna Longsor, Jalan Belum Bisa Dilewati, Alat Berat Bergerak Menuju Lokasi Bencana, TNI-Polri dan SAR Tangani Lokasi

“Tidak bisa hanya penanganan jalannya saja. Harus ada penanganan aliran sungai dan perubahan fungsi lahan. Kalau dilakukan bersama secara komprehensif, solusi jangka panjang bisa tercapai,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, longsor serupa juga terjadi di titik yang sama, menyebabkan material pasir dan kerikil menimbun jalan di beberapa lokasi.

Dalam peristiwa terbaru ini, BPJN Sulawesi Tengah langsung menurunkan alat berat untuk mengevakuasi material longsor. Setelah beberapa jam penanganan, sekitar pukul 20.00 Wita, jalur Trans Sulawesi di Desa Podi akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan.

Meski demikian, ancaman longsor susulan masih membayangi, terutama jika intensitas hujan tinggi kembali terjadi di kawasan tersebut. (ron)

Editor : Rony Sandhi
#Jalan Ampana Poso #Longsor Trans Sulawesi #Desa Podi Ampana #Infrastruktur rawan longsor #BPJN Sulteng